Detail Cantuman

Image of perancangan dan pelaksanaan modul treatment pelatihan psikologi berdasarkan gaya resolusi konflik untuk meningkatkan penyesuaian perkawinan pasangan suami istri katolik (studi pada pasangan suami istri katolik dengan usia perkawinan 1-2 tahun

Text  

perancangan dan pelaksanaan modul treatment pelatihan psikologi berdasarkan gaya resolusi konflik untuk meningkatkan penyesuaian perkawinan pasangan suami istri katolik (studi pada pasangan suami istri katolik dengan usia perkawinan 1-2 tahun


Constantine Alfarinda Hygieta. Melakukan perancangan modul dan melakukan
pelatihan untuk meningkatkan penyesuaian perkawinan berdasarkan gaya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010011107000071155.645 hyg p/R.19.111Perpustakaan Pusat (REF.19.111)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.645 hyg p/R.19.111
    Penerbit Magister Psikologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii, 272 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.645 hyg p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Constantine Alfarinda Hygieta. Melakukan perancangan modul dan melakukan
    pelatihan untuk meningkatkan penyesuaian perkawinan berdasarkan gaya resolusi
    konflik pada pasangan suami istri Katolik dengan usia perkawinan 1-2 tahun.
    Perancangan ini didahului dengan pengukuran gaya resolusi konflik dan tingkat
    penyesuaian perkawinan pasangan suami istri Katolik yang usia perkawinannya 1-2
    tahun. Asesmen dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh masing-rnasing
    gaya resolusi konflik terhadap penyesuaian perkawinan pasangan suami istri Katolik
    dan gambaran tingkat penyesuaian perkawinan individu pada masing-masing gaya
    resolusi konflik. Gaya resolusi konflik yang digunakan berdasarkan gaya resolusi
    konflik dari Kurdek (1994), yaitu conflict engagement, positive problem solving,
    withdrawal dan compliance. Untuk penyesuaian perkawinan menggunakan konsep
    yang dikemukakan Spanier (1976) yang terbentuk dari empat indikator, yaitu dyadic
    consensus, dyadic cohession, dyadic satisfaction, dan affectional expression.

    Metode penelitian menggunakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.

    Pengukuran gaya resolusi konflik menggunakan alat ukur Conflict Resolution Style
    Inventory (Self Report-Partner Report) dan Dyadic Adjustment Scale untuk
    penyesuaian perkawinan. Subyek penelitian diambil berdasarkan kriteria yang telah
    ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling, yang disebut sampel non peluang
    karena peneliti tidak memiliki gambaran jumlah populasi. Data yang diperoleh diolah
    dengan menggunakan statistik uji regresi sederhana untuk mengetahui bagaimana
    pengaruh masing-masing gaya resolusi konflik terhadap penyesuaian perkawinan dan
    statistik deskriptif untuk mengetahui tingkat penyesuaian perkawinan.

    Hasi I asesmen adalah baik self report maupun partner report menunj ukkan gaya
    resolusi konflik positive problem solving ada pengaruh positif terhadap penyesuaian
    perkawinan. Artinya, semakin besar pasangan suami istri menggunakan gaya resolusi
    konflik positive problem solving maka penyesuaian perkawinannya tinggi. Sedangkan
    gaya resolusi conflict engagement, withdrawal dan compliance ada pengaruh negatif
    terhadap penyesuaian perkawinan. Artinya, semakin besar pasangan suami istri
    menggunakan gaya resolusi konflik tersebut, penyesuaian perkawinannya rendah.
    Hasil berikutnya adalah tidak ada perbedaan terhadap tingkat penyesuaian
    perkawinan suami dan istri dalam menggunakan gaya resolusi konflik positive

    . problem solving maupun conflict engagement, withdrawal dan compliance. Hasil lain
    menunjukkan usia saat menikah, usia perkawinan 1-2 tahun, dan kehadiran anak
    berpengaruh negatif terhadap penyesuian perkawinan pasangan suami istri. Modul
    pelatihan dirancang untuk meningkatkan skill dalam menggunakan positive problem
    solving, khususnya proses negosiasi untuk menyelesaikan masalah dan konflik
    sehingga dapat meningkatkan penyesuaian perkawinan, yang ditujukan bagi pasangan
    suami istri yang baru menikah 1-2 tahun. Hasil evaluasi uji coba penerapan modul
    dan pelaksanaan pelatihan menunjukkan bahwa modul yang disusun masih ada
    kekurangan begitu juga dengan pelaksanaan pelatihannya sehingga masih ada yang
    perlu ditambahkan dan diperbaiki lagi dalam hal isi modul, materi-materi, waktu,
    durasi, dan juga keterarnpilan fasilititator.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi