Skripsi
Hubungan Rumus Sidik Jari dan Rugae Palatina Pada Sub Ras Deuteromelayu
Rumus sidik jari telah dikembangkan oleh Federal Bureau of Investigation pada tahun 1987 dan rumus sidik rugae palatina telah dibuat berdasarkan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan For1-82 82 614.1 Set H Jatinangor (Forensik) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 614.1 Set HPenerbit FKG Unpad : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 160110130055Klasifikasi NONETipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Rumus sidik jari telah dikembangkan oleh Federal Bureau of Investigation pada tahun 1987 dan rumus sidik rugae palatina telah dibuat berdasarkan rumus sidik jari ¬oleh Alinda pada tahun 2013 dan disempurnakan oleh Intan Nursamsi pada tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara rumus sidik jari dan sidik rugae palatina sebagai identifikasi forensik kedokteran gigi.
Rancangan penelitian ini adalah deskripsi analitik korelatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa FKG Unpad angkatan 2010-2016 sub ras Deuteromelayu. Teknik pengambilan sampel adalah purposive random sampling dan didapat 100 sampel sidik jari dan sidik rugae palatina yang selanjutnya dianalisa secara statistika menggunakan teknik analisa kualitatif dengan uji korelasi Spearman dan teknik analisa kuantitatif dengan metode successive interval dan korelasi Pearson.
Hasil penelitian ini adalah didapatkannya persentase yang rendah pada hasil analisa hubungan sidik jari dengan sidik rugae palatina secara kualitatif maupun kuantitatif. Persentase terbesar yaitu 2,20 % yang didapatkan dari hasil analisa hubungan pola sidik jari telunjuk kiri dengan bentuk sidik rugae utama kiri.
Simpulan dari penelitian ini adalah terdapatnya hubungan yang lemah antara sidik jari dengan sidik rugae palatina dimana kombinasi pola sidik jari telunjuk berdasarkan klasifikasi Henry dan bentuk rugae utama sidik rugae palatina berdasarkan klasifikasi Martin dos Santos yang paling sering muncul pada sub ras Deuteromelayu adalah pola ulnar loop dan bentuk curved. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






