
Text
Penetapan Parameter Standar Ekstrak Etanol Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa Linn.)
Masyarakat telah memanfaatkan kelopak bunga rosela sebagai minuman kesehatan yang digunakan untuk pengobatan penyakit, pemeliharaan dan peningkatan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021091000034 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2216Penerbit Fakultas Farmasi Unpad : ., 2009 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2216Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Masyarakat telah memanfaatkan kelopak bunga rosela sebagai minuman kesehatan yang digunakan untuk pengobatan penyakit, pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Untuk mendapatkan informasi mengenai parameter standardisasi ekstrak kelopak bunga rosela, dilakukan penelitian terhadap parameter spesifik, non spesifik dan uji kandungan kimia ekstrak etanol kelopak bunga rosela dari daerah Cirebon dan Lembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelopak bunga rosela memiliki rendemen 34,38-36,83%, kadar air 35,71-40,00%; kadar abu 6,78-7,34%; kadar abu larut air 4,67-5,33%; kadar abu tidak larut asam 2,67-4,00%; kadar sari larut air 24,50-34,00%; kadar sari larut etanol 13,50-22,50%; susut pengeringan 11-15%; bobot jenis 0,85-0,87. Hasil kromatografi lapis tipis (KLT) dengan pengembang MTC:etilasetat:toluen (3:1:1) diperoleh bercak dengan Rf yang berbeda pada sinar tampak dan detektor UV 254 terlihat 5 bercak, tetapi pada detektor UV 366 nm terlihat 9 bercak sedangkan pada penampak bercak uap ammonia terdapat 5 bercak. Berdasarkan hasil penapisan fitokimia ekstrak kelopak bunga rosela mengandung senyawa golongan flavanoid dan polifenol.
Kata Kunci : standardisasi, ekstrak, Hibiscus sabdariffa L. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






