
Text
Penerapan Metode Spektrofotometri Derivatif Untuk Analisis Campuran Parasetamol, Gliserilguaiakolat dan Klorfeniramin Maleat Dalam Sediaan Sirup Obat Batuk
Campuran parasetamol, gliserilguaiakolat dan klorfeniramin maleat memberikan panjang gelombang serapan maksimum yang berdekatan serta spektrum yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021091000020 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2200Penerbit Fakultas Farmasi Unpad : ., 2009 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2200Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Campuran parasetamol, gliserilguaiakolat dan klorfeniramin maleat memberikan panjang gelombang serapan maksimum yang berdekatan serta spektrum yang bertumpuk pada daerah ultraviolet. Hal ini menyebabkan pengukuran masing-masing zat pada panjang gelombang serapan maksimumnya cenderung menimbulkan galat. Pada penelitian ini diterapkan metode spektrofotometri derivatif untuk menganalisis ketiga zat tersebut dalam sediaan obat batuk. Pelarut yang digunakan adalah metanol dengan instrumen spektrofotometer Analitik Jenna Specord 200. Penetapan kadar parasetamol dilakukan pada panjang gelombang minimum dimana gliserilguaiakolat dan klorfeniramin maleat berpotongan bernilai d2A/d?2 = 0 (251 nm) dengan nilai 95,27 % dengan koefisien variasi 0,121 % sedangkan penetapan kadar klorfeniramin maleat dilakukan pada panjang gelombang minimum dimana parasetamol dan gliseriguaiakolat berpotongan bernilai d2A/d?2 = 0 (263 nm) dengan nilai 103,33 % dengan koefisien variasi 0 %. Gliserilguaiakolat tidak dapat ditentukan dengan metode spektrofotometri derivatif karena tidak ditemukan panjang gelombang dimana parasetamol dan klorfeniramin maleat berpotongan bernilai = 0 (278 nm), baik pada spektrum derivat pertama, derivat kedua, derivat ketiga atau derivat keempat. Hasil validasi metode analisis menunjukkan bahwa nilai LOD dan LOQ parasetamol dan klorfeniramin maleat berturut-turut adalah 0,47 ppm dan 1,58 ppm, serta 1,37 ppm dan 4,56 ppm. Hasil Uji perolehan kembali untuk pengukuran parasetamol 96,6% (koefisien variasi presisi 0,56%, koefisien variasi robustness 0,103 %) dan Uji perolehan kembali untuk pengukuran klorfeniramin maleat 97,64% (koefisien variasi presisi 1,33%, koefisien variasi robustness 0,63%). Metode ini telah dujikan pada sirup obat batuk yang mengandung ketiga zat tersebut dapat disimpulkan bahwa metode analisis spektrofotometri derivatif yang dilakukan telah memenuhi kriteria validasi untuk penetapan kadar parasetamol dan klorfeniramin maleat dimana dari nilai LOD dan LOQ dapat ditunjukkan bahwa parasetamol memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dibandingkan klorfeniramin maleat.
Kata kunci : Parasetamol, gliserilguaiakolat, klorfeniramin maleat, spektrofotometri derivatif -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






