Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Isolasi Xanthorrhizol dari Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)


Temulawak merupakan tanaman yang secara empiris telah digunakan sebagai obat baik dalam bentuk tunggal maupun campuran. Xanthorrhizol yang terdapat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021091000019Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2199
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2199
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Temulawak merupakan tanaman yang secara empiris telah digunakan sebagai obat baik dalam bentuk tunggal maupun campuran. Xanthorrhizol yang terdapat dalam minyak atsiri rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) diketahui memiliki efek antikanker, antiinflamasi dan sebagai antikandida. Berdasarkan aktivitas farmakologi yang dimilikinya maka dilakukan isolasi xanthorrhizol dari rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Isolasi xanthorrhizol dari
    rimpang temulawak dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut metanol, kemudian dipartisi dengan etil asetat, difraksinasi dengan kromatografi kolom (penyangga silika gel, pelarut n-heksan:etil asetat [10:1]) dan dibandingkan dengan xanthorrhizol murni, kemudian isolat di asetilasi menggunakan piridin dan asam asetat anhidrat dan dimurnikan dengan kromatografi lapis tipis preparatif dan selanjutnya di deasetilasi menggunakan KOH. Identifikasi menggunakan spektroskopi ultraviolet, spektroskopi inframerah dan kromatografi cair kinerja tinggi. Hasil identifikasi isolat dilakukan dengan spektroskopi ultraviolet menunjukkan isolat A memberikan serapan pada bilangan gelombang 276 nm yang merupakan serapan dari gugus kromofor etilenik. Pengukuran menggunakan spektroskopi inframerah menunjukkan adanya pita
    serapan pada daerah 3750-3500 cm-1 dan 1652 cm-1 yang merupakan pita serapan khas dari xanthorrhizol. Identifikasi menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi menunjukkan bahwa isolat A memberikan waktu retensi pada 5,79 menit. Dari hasil pengujian diperoleh kadar isolat 2,97 ppm dan kemurnian isolat 1,36%.
    Kata kunci : Isolasi, xanthorrhizol, Temulawak
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi