Text
KOMUNIKASI POLITIK ANGGOTA LEGISLATIF DENGAN KONTITUEN MASA RESES
Ida Ri'aeni, 210120100001. Komunikasi Politik Anggota Legislatif dengan Rakyat di
Masa Reses: Studi Etnografi Komunikasi Pada Proses ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 0100112070048 302.2 Ria k/R.21.153 Perpustakaan Pusat (REF.153) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Ria k/R.21.153Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xi, 200 hlm. ; il. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2 Ria kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Ida Ri'aeni, 210120100001. Komunikasi Politik Anggota Legislatif dengan Rakyat di
Masa Reses: Studi Etnografi Komunikasi Pada Proses Komunikasi Politik Anggota DPR RI
Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII Di Masa Reses Tahun 2011-2012. Pembimbing: Dr.
Atwar Bajari, M.Si. dan Prof Dr. H. Soleh Soemirat, M.S.
Aktivitas kunjungan kerja dan kunjungan ke konstituen di masa reses yang dilakukan
oleh anggota DPR RI tidak lepas dari aktivitas komunikasi politik. Masa reses bukanlah masa
istirahat atau libur bagi anggota dewan. Masa reses ini memang merupakan masa di mana
anggota legislatif libur dari persidangan. Saat reses terjadi komunikasi secara intens, salah
satunya antara anggota legislatif dengan konstituen atau rakyat yang mendukungnya di
daerah pemilihan masing-masing. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan komunikasi
politik antara anggota legislatif dengan konstituen di masa reses dalam situasi formal maupun
informal, (2) mengungkap seberapa jauh sikap; perilaku dan ujaran-ujaran yang berlaku pada
masa reses dalam menyampaikan pesan-pesan politik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan
etnografi komunikasi. Pada etnografi komunikasi, yang menjadi fokus perhatian adalah
perilaku komunikasi dengan tema kebudayaan tertentu. Adapun yang dimaksud dengan
perilaku komunikasi menurut ilrnu komunikasi adalah tindakan atau kegiatan seseorang,
kelompok, atau khalayak, ketika terlibat dalam proses komunikasi.
Tugas anggota legislatif secara umum terbagi menjadi dua yaitu sebagai alat
kelengkapan di komisi masing-masing dan juga sebagai representasi perwakilan daerahnya.
Dalam masa sidang maupun masa reses, setiap anggota legislatif memiliki kedua tugas
tersebut. Namun perbedaannya yaitu pada masa sidang, anggota DPR RI dituntut aktif
menjalin komunikasi politik dengan sesama aleg dan pihak terkait berkenaan tugasnya di
pusat lembaga legislatif Sedangkan pada masa reses, di mana anggota DPR RI dituntut
menjalin komunikasi politik dari pusat ke rakyat atau konstituen di daerah pemilihannya.
Kegiatan reses merupakan aktivitas di mana anggota legislatif mengunjungi konstituen di
daerah pemilihan dan juga berusaha menjalin jejaring kerja terkait dengan tugasnya sebagai
alat kelengkapan di Komisi. Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Barat VIII juga rata-rata
memahami fungsi dan manfaat reses ini. Sebagian menitik beratkan fungsi reses yaug berupa
aktivitas kunjungan di daerah pernilihan.
Simpulan penelitian adalah: (1) Proses penyampaian pesan politik pada situasi formal
terkait dengan tugas anggota legislatif sebagai alat kelengkapan di komisi dengan tema
kornunikasi politik yang sesuai tema bidang yang menjadi tanggungjawab komisi. Sedangkan
proses penyampaian pesan politik pada situasi informal terkait dengan tugasnya mewakili
rakyat dituntut untuk mampu mengatasi permasalahan rakyat baik terkait komisi maupun di
luar komisinya. (2) Perilaku, sikap dan ujaran yang mengemuka dalam proses penyampaian
pesan politik di masa reses, meliputi: (a) Berupa tindakan seperti mengunjungi masyarakat
daerah pemilihan, mengunjungi institusi formal di daerah pemilihan. (b) Berupa ucapan
contohnya informasi, imbauan, ajakan, terkait dengan agenda pilkada di Jawa Barat. (c)
Berupa sikap yaitu dalam komunikasi bermedia rnelalui flyer, spanduk, web/situs resrni
. anggota dewan, twitter, facebook, media rnassa. Kornunikasi langsung seperti sikap politik
pada kenaikan BBM, kesiapan menjadi kandidat bupati. (3) Aktivitas komunikasi politik
pada masa reses di daerah pernilihan VIII Jawa Barat juga mengacu pada pengelolaan
manajemen politik. Komunikasi yang dilakukan pada masa reses berupa pidato politik, debat
politik, iklan politik, penggunaan teknologi baru dan juga penggunaan media baru (new
media). (4) Pada daerah pemilihan Cirebon dan Indramayu, isu keagamaan masih menjadi
card dalam mendapatkan dukungan politik.I)
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






