Skripsi
Prevalensi Gigi Berjejal pada Insisif Permanen Rahang Bawah Anak Usia 7-9 Tahun
Gigi berjejal insisif permanen rahang bawah sering ditemukan pada awal periode gigi campuran. Gigi insisif permanen rahang bawah memiliki pengaruh ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan Ped1-436 436 617.64 Akm P Jatinangor (pedodonsia) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.64 Akm PPenerbit FKG Unpad : ., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 160110120076Klasifikasi PedodonsiaTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Gigi berjejal insisif permanen rahang bawah sering ditemukan pada awal periode gigi campuran. Gigi insisif permanen rahang bawah memiliki pengaruh penting sebagai pendeteksi awal maloklusi karena gigi tersebut merupakan gigi permanen yang pertama erupsi dan mudah diukur secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan prevalensi gigi berjejal pada insisif permanen rahang bawah anak pada periode campuran, yaitu pada usia 7-9 tahun.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sebanyak 31 anak berusia 7-9 tahun di SD Istiqamah yang diperoleh dari teknik multistage random sampling diperiksa dan dicetak bagian rahang bawahnya. Jumlah ukuran mesiodistal gigi insisif permanen rahang bawah dan jumlah ruang gigi insisif yang tersedia pada model studi diukur menggunakan jangka sorong. Pasien dengan gigi berjejal memiliki jumlah ukuran mesiodistal gigi insisif lebih besar dari 2 mm dibandingkan dengan jumlah ruang gigi insisif yang tersedia.
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 22 anak memiliki gigi berjejal dan 9 anak tidak memiliki gigi berjejal.
Simpulan penelitian menunjukkan bahwa prevalensi gigi berjejal pada insisif permanen rahang bawah anak usia 7-9 tahun cukup tinggi, yaitu sebesar 70,97%. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






