Text
KOMUNIKASI TERAPEUTIK KONSELOR ADIKSI PADA KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA
KOMUNIKASI TERAPEUTIK KONSELOR ADIKSI PADA KORBAN
PENYALAHGUNAANNARKOBA
Studi Kasus Komunikasi Terapautik Konselor Adiksi
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 0100114070024 302.2 Win k/R.21.184 Perpustakaan Pusat (REF.184) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Win k/R.21.184Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xiv, 282 hlm. ; il. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2 Win kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Rachmawati Windyaningrum -
KOMUNIKASI TERAPEUTIK KONSELOR ADIKSI PADA KORBAN
PENYALAHGUNAANNARKOBA
Studi Kasus Komunikasi Terapautik Konselor Adiksi
Dalam Membantu Pemulihan Korban Penyalahgunaan Narkoba
di Rumah Palma Therapeutic Community Kabupaten Bandung Barat
Penelitian di bawah bimbingan Dr. Purwanti Hadisiwi, M. Ext. Ed dan Dra.
Kismiyati El Karimah, M.Si., bertujuan untuk menemukan metode terapi komunikasi
konselor adiksi dalam membantu pemulihan residen, dukungan keluarga pada
komunikasi terapeutik konselor adiksi, dan alasan mantan pecandu yang menjadi
konselor adiksi. Penelitian ini berlokasi di Rumah Palma Therapeutic Community
Kabupaten Bandung Barat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Pendekatan studi kasus digunakan untuk menemukan dan menggali informasi tentang
komunikasi terapeutik konselor adiksi pada program pemulihan therapeutic
community. Informan penelitian adalah konselor adiksi sebagai informan kunci yang
dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam,
observasi partisipan, dan dokumentasi. Data penunjang penelitian diperoleh dari studi
literatur dan wawancara dengan pihak yang relevan dengan masalah program
pemulihan therapeutic community. .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode terapi komunikasi yang
dilakukan konselor adiksi adalah static counseling dan individual counseling. Metode
terapi komunikasi tidak terlepas dari kedekatan, kenyamanan, kepercayaan diantara
konselor dan residen. Penggunaan komunikasi diantara mereka ditunjukkan dengan
bahasa verbal dan bahasa nonverbal. Dukungan keluarga residen ditunjukkan dengan
adanya komitmen terhadap treatment pemulihan, keaktifan keluarga pada family
support group dan family dialog. Alasan mantan pecandu menjadi konselor adiksi
dikarenakan mereka dapat menjadi role model bagi residen dalam program
pemulihan, adanya panggilan hati untuk membantu sesama pecandu, dan sebagai
bentuk recovery maintainance setelah mereka selesai menjalani program pemulihan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






