Detail Cantuman

Image of KONDISI EKONOMI,SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT PESISIR PASCA KONVERSI HUTAN MANGROVE MENJADI LAHAN TAMBAK DI KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN ( PANGKEP ) PEOVINSI SULAWESI SELATAN

Text  

KONDISI EKONOMI,SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT PESISIR PASCA KONVERSI HUTAN MANGROVE MENJADI LAHAN TAMBAK DI KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN ( PANGKEP ) PEOVINSI SULAWESI SELATAN


Arif Mayudin (Di bawah Bimbingan: Otong S. dan Iwang G.). 2011. Kondisi
Ekonomi, Sosial dan Budaya Masyarakat Pesisir Pas ea Konversi Hutan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700075338.372 May k/R.23.3Perpustakaan Pusat (REF.2)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    338.372 May k/R.23.3
    Penerbit magister perikanan Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    vi, 150 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    338.372 May k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Arif Mayudin (Di bawah Bimbingan: Otong S. dan Iwang G.). 2011. Kondisi
    Ekonomi, Sosial dan Budaya Masyarakat Pesisir Pas ea Konversi Hutan
    Mangrove Menjadi Lahan Tambak Di Kabupaten Pangkajene Kepulauan
    (pangkep) Provinsi Sulawesi Selatan

    Penelitian mengenai kondisi ekonomi, sosial dan budaya masyarakat
    pesisir pascakonversi hutan mangrove menjadi lahan tambak di Kabupaten
    Pangkajene Kepulauan (Pangkep) Provinsi Sulawesi Selatan telah dilaksanakan di
    Kecamatan Mandalle, Segeri dan Labakkang dari bulan Agustus sampai dengan
    September 2011.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi ekonomi, sosial dan
    budaya masyarakat pesisir pasca konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak
    di Kecamatan Mandalle, Segeri, dan Labakkang Kabupaten Pangkep Provinsi
    Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan wawancara.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Labakkang, Segeri
    dan Labakkang memiliki Nilai total manfaat ekonomi mangrove sebesar
    Rp.l4.844.084 /ha/thn atau sekitar 1,6 kali lebih besar jika bandingkan dengan
    nilai ekonomi tambak yang sebesar Rp. 9 0401.170 /ha/thn. Lahan tambak yang
    dibudidayakan dapat memberikan keuntungan secara finansial per hektarnya
    sebesar Rp. 42.122.500 dengan Pay Back Period sebesar 0,75 tahun. Pendapatan
    masyarakat sebulan yang berada di atas Rp. 1.000.000 sebanyak 43 orang
    (45,26%) atau sama dengan Upah Minimum Regional (UMR) Sulawesi Selatan
    Sebesar Rp. 1.000.000 / bulan. Tingkat kesejahteraan rumah tangga berdasarkan
    indikator BPS Tahun 2005 untuk wilayah penelitian termasuk baik dengan 55 %
    tergolong kesejahteraannya tinggi. Tingkat persepsi dan sikap masyarakat akan
    konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak berdasarkan beberapa indikator
    atau penilaian di Kecamatan Labakkang, Segeri dan Mandalle dikategorikan baik.
    Adanya beberapa kegiatan sosial di masyarakat seperti penanaman mangrove,
    sosialisasi dan penyuluhan merupakan inisiasi dari pemerintah guna mempererat
    kehidupan sosial dari adanya perubahan perilaku di masyarakat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi