<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58104">
 <titleInfo>
  <title>REFORMASI ADMINISTRASI IZIN PENGAMBILAN DAN  PEMANFAATAN AIR BAWAH TANAH  PADA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIZINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DANNY PERMANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvi, 250 hlm. ; ill. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah reformasi administrasi &#13;
perizinan pengambilan dan pemanfaatan Air bawah Tanah di Kota Bandung yang &#13;
menjadi kewenangan BPMPT Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaannya masih &#13;
belum berhasil mengawasi eksploitasi air di Kota Bandung melalui izin &#13;
Pengambilan dan pemanfaatan air bawah tanah, sehingga upaya pengendalian air &#13;
bawah tanah di Kota Bandung juga belum berhasil dilakukan secara efektif yang &#13;
terlihat dari munculnya pelanggaran dilapangan terutama eksploitasi air melebihi &#13;
kubikasi debit air yang diatur dalam perizinan. Padahal sejumah perbaikan &#13;
pelayanan telah dilakukan antara lain dengan menerapkan pelayanan satu pintu &#13;
yang berbasiskan teknologi cerdas dimana akses percepatan pelayanan perizinan &#13;
melalui penggunaan teknologi yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu sebagai &#13;
inovasi dalam pelayanan perizinan belum mampu menyelaraskan fungsi izin &#13;
sebagai fungsi pengendalian sehingga persepsi yang muncul di masyarakat bahwa &#13;
kemudahan dan percepatan pelayanan perizinan hanya sebatas pemenuhan &#13;
kebutuhan harapan publik dengan tidak melihat fungsi izin sebagai fungsi &#13;
pengendalian. &#13;
&#13;
Metode dan pendekatan penelitian yang dilakukan dengan metode &#13;
penelitian kualitatif (qualitative research), yang dalam pengumpulan datanya &#13;
melalui metode pengamatan langsung di lapangan serta wawancara mendalam &#13;
(indepth interview) dengan subyek penelitian atau para nara sumber dan informan &#13;
serta informan kunci (key informan). Guna memperoleh tingkat kepercayaan data &#13;
hasil penelitian atau tingkat kebermaknaan suatu penelitian ini, dilakukan langkah &#13;
langkah uji keabsahan data antara lain melalui uji kredibilitas data (validitas &#13;
internal) dengan model triangulasi sumber. &#13;
&#13;
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa teori reformasi manajemen &#13;
publik yang dikemukakan Pollitt &amp; Bouckaert (2000: 26) dimana ketiga faktor &#13;
terse but memiliki peranan dalam proses pelaksanaan reformasi administrasi &#13;
perizinan. Hanya saja masing-masing faktor tersebut memiliki kualitas dan &#13;
peranan yang berbeda-beda. Ternyata faktor-faktor yang oleh peneliti &#13;
digolongkan sebagai faktor 'lingkungan administrasi perizinan' memberikan &#13;
peranan yang paling besar dan teras a kualitasnya. Sepintas terjadi semacam &#13;
anomali atau kontradiksi ketika sejumlah perubahan yang lebih baik atau &#13;
reformasi dari si si struktur organisasi, proses dan prosedur administrasi yang &#13;
semakin baik dan memberikan kemudahan, kecepatan dan kepastian dalam &#13;
mengurus administrasi perizinan ternyata tidak bermuara pada meningkatnya &#13;
animo masyarakat dalam mengurus perizinan pengambilan air bawah tanah. Ada &#13;
persoalan persepsi, sikap dan perilaku masyarakat dan juga aparat pelaksana &#13;
perizinan yang sulit dirubah atau direformasi, sehingga tujuan pengendalian &#13;
dalam memanfaatkan air bawah tanah sulit dijalankan secara efektif.</note>
 <note type="statement of responsibility">DANNY PERMANA</note>
 <subject authority="">
  <topic>Reformasi Administrasi, Perizinan, Izin Pengambila</topic>
 </subject>
 <classification>351</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>351Dan r/R.17.294.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007543</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>351Dan r</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>58104</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-03 09:14:51</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-08 11:23:51</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>