<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58089">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI KEPEMIMPINAN ADAT DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI MASYARAKAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HOTLIF ARKILAUS NOPE</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xv, 249 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang dalam memotivasi, &#13;
mengkoordinasikan dan mempengaruhi individu atau kelompok untuk melaksanakan &#13;
peran dan fungsinya, dalam rangka mencapai tujuan bersama. Agar perwujudan &#13;
pengaruh seorang pemimpin dapat berlangsung secara efektif, maka diperlukan &#13;
kekuasaan, wewenang atau otoritas. Pemimpin dapat dikelompokan menjadi dua &#13;
bagian yakni pemimpin formal dan pemimpin informal. Pada konteks masyarakat &#13;
perdesaan yang masih tradisional, pemimpin adat memiliki posisi sentral dalam &#13;
masyarakat seperti pada masyarakat adat Boti. Masyarakat Boti dihadapkan pada &#13;
dualisme kepemimpinan antara pemerintahan formal (kepala desa) dan pemerintahan &#13;
informal (usi/). Dalam menjalankan perannya kepala des a menyelenggarakan roda &#13;
pemerintahan formal sedangkan usif menjalankan dan melestarikan nilai budaya &#13;
halaika. Eksisnya kepemimpinan usifmerupakan hal yang menarik untuk dikaji. Oleh &#13;
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi usifsebagai pemimpin adat &#13;
dalam mempertahankan budayanya. &#13;
&#13;
Penelitian ini secara umum menggunakan metode penelitian deskriptif­ &#13;
kualitatif, sesuai dengan tujuan dari penelitian yang telah ditetapkan. Pendekatan yang &#13;
digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, karena merupakan hal yang &#13;
spesifik. Data yang dibutuhkan adalah berkaitan dengan kekuasaan, efektifitas &#13;
kepemimpinan, peran, mekanisme kontrol dan strategi usif dalam mempertahankan &#13;
nilai budaya. Teknik pengumpulan data yang dipakai meliputi wawancara dan &#13;
observasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan model analisis interaktif, yang &#13;
terdiri atas tiga alur yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), &#13;
dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing / verification). &#13;
&#13;
Basil penelitian menunjukan bahwa kekuasaan usif dalam masyarakat Boti &#13;
ditentukan oleh budaya dan kepercayaan halaika. Masyarakat Boti percaya bahwa usif &#13;
adalah representasi dari uis neon dan uis pah sehingga kedudukan dan kekuasaan usif &#13;
sangat suci dan sakral. Berdasarkan kepercayaan halaika, masyarakat Boti taat kepada &#13;
usif untuk mendapatkan keberuntungan. Efektifitas kepemimpinan usif didasarkan &#13;
pada dua dimensi yakni kemampuan usif untuk mengarahkan masyarakat dan tingkat &#13;
dukungan atau keterlibatan masyarakat menjalankan kewajiban sesuai dengan peran &#13;
masing-masing. Kemampuan usif dalam mengarahkan masyarakatnya dengan &#13;
pendekatan edukatif yakni usif menekankan pada perubahan pola berpikir dalam &#13;
bentuk keteladanan, empati dan etos kerja. Partisipasi masyarakat Boti dalam bentuk &#13;
gotong royong, kebersamaan, musyawarah mufakat dan toleransi, merupakan &#13;
konsekoensi dari pendekatan edukatif yang diterapkan oleh usif. Strategi usif &#13;
mempertahankan eksistensi masyarakat dengan memaksimalkan perannya sebagai usif, &#13;
mambangun relasi dengan pemerintah formal dan menerapkan mekanisme kontrol &#13;
sosial.</note>
 <note type="statement of responsibility">HOTLIF ARKILAUS NOPE</note>
 <subject authority="">
  <topic>Penelitian ini secara umum menggunakan metode pene</topic>
 </subject>
 <classification>301</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>301 Hot s/R.17.18.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007520</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>301 Hot s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>58089</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-02 15:17:54</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-08 10:43:43</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>