<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58086">
 <titleInfo>
  <title>Pengaruh kombinasi antibiotik dengan aplikasi LIDC dan Argentum pada luka terinfeksi terhadap kadar protein FGF-2, FGF-7, jumlah fibroblas, koloni bakteri, dan laju kontraksi luka pada fase proliferasi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yoyos Dias Ismiarto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xix, 171 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Luka terbuka terinfeksi sering dihadapi dalam bidang Orthopaedi. Terdapat &#13;
berbagai upaya untuk mengeliminisasi koloni bakteri yang mungkin menyebabkan &#13;
luka terinfeksi namun belum diketahui upaya yang efektif untuk mengatasi kasus &#13;
ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian &#13;
kombinasi Antibiotik dengan aplikasi Low Intensity Direct Current (LIDC) dan &#13;
Argentum (Ag) pada luka terinfeksi dengan cara menganalisis kadar protein FGF- &#13;
2 dan FGF-7, jumlah Fibroblas pada fase proliferasi, jumlah koloni bakteri &#13;
Staphylococcus aureus dan laju kontraksi luka pada fase proliferasi. &#13;
&#13;
Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmakologi dan Terapi dan di &#13;
Laboratorium Unit Penelitian Kedokteran FK UNPAD pada bulan Mei ­ &#13;
September 2016. Penelitian ini merupakan penelitian laboratorium eksperimental &#13;
dengan rancangan acak lengkap dengan pengamatan berulang, dengan subjek &#13;
kelinci jantan yang telah diberikan perlukaan dan diinokulasikan bakteri &#13;
Staphylococcus aureus sebanyak 0,5 MF. Pengambilan sampel dilakukan sebelum &#13;
(H6) dan sesudah (HI4) pemberian kombinasi Antibiotik dengan aplikasi LIDC dan &#13;
Ag Metode consecutive sampling dilakukan pada empat kelompok perlakuan, &#13;
yaitu kelompok I yang diberikan Antibiotik, kelompok II yang diberi Antibiotik &#13;
dengan aplikasi LIDC, kelompok III yang diberikan Antibiotik dengan aplikasi &#13;
Argentum, kelompok IV yang diberikan Antibiotik dengan aplikasi LIDC dan &#13;
Argentum. Data dianalisis secara analitik menggunakan uji nonnalitas, uji &#13;
homogenitas, uji-t berpasangan, uji-t tidak berpasangan, analisis varians &#13;
(ANOVA), uji Krusskall-Wallis, uji korelasi, dan analisis regresi. &#13;
&#13;
Hasil penelitian sebelum dan sesudah pemberian kombinasi Antibiotik dengan &#13;
aplikasi LIDC dan Ag menunjukkan perbedaan yang bermakna yaitu delta kadar &#13;
protein FGF-2 46,17±4,85 pg/mL (p=O,OO), kadar protein FGF-7 39,51±3,60 pg/mL &#13;
(p=O,OO), jumlah Fibroblas 6,62±2,32 sel/uL (p=O,OI), jumlah Koloni Bakteri &#13;
193,75±32,10 cfu/gram (p=O,OO), dan Laju Kontraksi Luka 3,63±0,47 mmvminggu &#13;
(p=0,00). Uji korelasi menunjukkan hubungan FGF-2, FGF-7, jurnlah Fibroblas, dan &#13;
jumlah Koloni Bakteri terhadap Laju Kontraksi Luka, sebagai berikut: 0,71; 0,63; &#13;
0,71; -0,67. Dari hasil uji determinasi peran FGF-2 sebesar 51,4 %, FGF-7 &#13;
sebesar 40,3 %, jumlah Fibroblas sebesar 51,1 %, dan penurunan jumlah koloni &#13;
bakteri sebesar 45,8 % untuk penyembuhan luka terinfeksi. &#13;
&#13;
Dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi antibiotik dengan LIDC dan &#13;
Ag meningkatkan kadar protein FGF-2, kadar protein FGF-7, jumlah Fibroblas &#13;
dan Laju Kontraksi Luka pada faseproliferasi penyembuhan luka terinfeksi serta &#13;
menurunkan jumlah koloni bakteri Staphylococcus aureus. Terdapat korelasi kuat &#13;
dan pengaruh yang besar antara FGF-2, FGF-7, jumlah Fibroblas dan jumlah &#13;
koloni bakteri terhadap laju kontraksi luka.</note>
 <note type="statement of responsibility">Yoyos Dias Ismiarto</note>
 <subject authority="">
  <topic>Antibiotik, Argentum, Jumlah Fibroblas, Koloni Bak</topic>
 </subject>
 <classification>610</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>610 Yoy p/R.13.55.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007523</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 600)</sublocation>
    <shelfLocator>610 Yoy p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>58086</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-02 15:09:32</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-06 14:04:34</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>