<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58077">
 <titleInfo>
  <title>Realitas tindakan komunikasi dalam posisi sosial dan identitas perempuan pemetik teh</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Roro Retno Wulan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vi, 358 hlm.; Ilus.; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masyarakat perkebunan merniliki kehidupan yang jarang diungkapkan dalam &#13;
sejarah. Utamanya kehidupan para perempuan pernetik teh. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengkritik relasi yang tidak seimbang yang diakibatkan oleh &#13;
kolonialisrne di perkebunan teh didasari pandangan Pascakolonial. Perspektif &#13;
Paskakolonial membantu untuk menjelaskan dinamika komunikasi dan secara &#13;
eksploratif menjelaskan pengalarnan perernpuan dalam organisasi yang &#13;
menjalankan mekanisrne kolonial. Terutama karena perempuan pernetik teh &#13;
menjadi grup subaltern di dalamnya. Dengan menggunakan metode etnograf &#13;
kritis, penelitian ini berupaya rnengungkap makna sejarah, identitas dan posisi &#13;
sosial dalarn kehidupan penuh perjuangan dari perernpuan pernetik teh di &#13;
perkebunan Subang. Mernbuktikan aclanya dominasi kolonial sejak masa &#13;
panjajahan Belanda. perempuan sebagai subaltern tidak mampu mengungkapkan &#13;
kehendaknya sebagai bagian dari masyarakat perkebunan. Untuk meraih lebih &#13;
ban yak informasi maka digunakan wawancara mendalam dan riset keikutsertaan &#13;
dalam waktu lebih dari satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan beberapa isu &#13;
penting seperti adanya dominasi ganda clan pengaburan iclentitas dalam kehidupan &#13;
perempuan pernetik teh. Kehidupan sosial perempuan pemetik teh serta perspekrif &#13;
kehidupan mereka telah disempitkan oleh konstruksi keburuhan perkebunan sejak &#13;
masa kolonial Belanda. Penelitian ini juga menemukan adanya budaya hibrid &#13;
dalarn bahasa dan kesenian,</note>
 <note type="statement of responsibility">Roro Retno Wulan</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kata kunci: pengaburan identitas. budaya hibrid. k</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Ror r/R.21.16.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007512</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Ror r</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>58077</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-28 16:13:13</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-06 10:25:12</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>