Text
Marginalisasi Bahasa Lokal dalam Kebijakan Pemerintah Daerah dan Praktik Komunikasi Etnik di Papua
Bahasa-bahasa etnik yang digunakan penutur di Distrik Heram Kota
Jayapura, Provinsi Papua seperti, bahasa Sentani, Dani, dan Maybrat ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010040007517 302.2 Yun m Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Yun m/R.21.24.4Penerbit Fakultas Ilmu Komunikasi : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xxiii, 286 hlm. ; il. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab Yunus Wafom -
Bahasa-bahasa etnik yang digunakan penutur di Distrik Heram Kota
Jayapura, Provinsi Papua seperti, bahasa Sentani, Dani, dan Maybrat merupakan
entitas penting yang menyimpan segudang kekayaan kearifan lokal. Bahasa
Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara memiliki peranan utama
untuk mempersatukan etnik-etnik yang berbeda latar belakang sosial dan budaya
tersebut. Bahasa-bahasa daerah dan bahasa nasional dijamin keberlangsungannya
dalam Undang-Undang Dasar 1945, Politik bahasa nasional dan politik bahasa
daerah.
Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi politik bahasa nasional dan
poJitik bahasa daerah dalam praktik komunikasi di kalangan etnik Sentani, etnik
Dam, dan etnik Maybrat serta berupaya mengungkap Iaktor-faktor yang
menyebabkan marginalisasi bahasa lokal di Distrik Herarn Kota Jayapura.
Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan metode etnografi
kritis. Objek dalam penelitian ini adalah pernakaian bahasa Indonesia dan bahasa
daerah sedangkan subjek atau infonnan dari penelitian ini adalah etnik Sentani,
Dani, dan Maybrat di Distrik Heram Kota Jayapura. Teknik pengumpulan data
penelitian melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, FGD, analisis
dokurnen, sejarah hidup, dan aturan-aturan tertulis. Teknik analisis data rnelalui
dua tahap, yaitu analisis data berdasarkan karakter umum yang meliputi persamaan
dan perbedaan data dan interpretasi aktivitas melalui sistem koding dan
katagorisasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan yang diberikan
pernerintah pusat kepada pernerintah daerah dalam penanganan bahasa dan sastra
daerah dalarn politik bahasa kurang diirnplernentasikan. Bahasa Indonesia tumbuh
dan berkernbang secara cepat serta dapat berperan aktif sebagai bahasa komunikasi
dalam berbagai ranah kehidupan di antara etnik-etnik yang ada di Papua. Bahasa
bahasa etnik hanya digunakan oleh orang tua dalam jumlah yang terbatas. Generasi
mud a sudah tidak tahu bahasa daerah dan telah menggantikan bahasa Indonesia
sebagai bahasa ibu (bahasa daerah) dalam komunikasi sehari-hari. Tidak ada
jaminan kalau perkawinan di antara sesama etnik akan menjamin pelestarian bahasa
daerah. Marginalisasi bahasa Sentani, Dani, dan Maybrat di Distrik Heram Kota
Jayapura pada dasarnya disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama faktor internal
yang meliputi: (1) sikap bahasa penutur, (2) keberagaman etnik, (3) kawin campur.
Kedua, faktor ekstemal, yang meliputi: (1) nasionalisasi bahasa Indonesia, (2)
Pemekaran Wilayah Otonomi Baru .
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






