Detail Cantuman

Image of MARGINALISASI PEREMPUAN MASYARAKAT BATAK PAKPAK DI DESA PEGAGAN JULU VIII, KABUPATEN DAIRI, SUMATERA UTARA

Text  

MARGINALISASI PEREMPUAN MASYARAKAT BATAK PAKPAK DI DESA PEGAGAN JULU VIII, KABUPATEN DAIRI, SUMATERA UTARA


Studi marginalisasi perempuan Batak Pakpak merupakan studi isu
ketimpangan gender di desa Pegagan Julu VIII, kecamatan Sumbul, kabupaten

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010040007500305.5 Had mPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    305.5 Had m/R.17.179.1
    Penerbit Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii, 244 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    305.5
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Studi marginalisasi perempuan Batak Pakpak merupakan studi isu
    ketimpangan gender di desa Pegagan Julu VIII, kecamatan Sumbul, kabupaten
    Dairi di Sumatera Utara. Studi ini adalah studi kualitatif yang berperspektif
    feminis dengan mengangkat berbagai pengalaman praktik marginalisasi
    perempuan Batak Pakpak berdasarkan kategori sosial klan (marga), usia, strata
    sosial ekonomi, status perkawinan dan tempat tinggal di berbagai kelembagaan
    sosial masyarakat Pakpak.

    Terkait dengan topik marginalisasi sebagai fenomena ketimpangan gender
    maka studi ini mengkaji 1) bagaimanakah proses sosial marginalisasi perempuan
    di kelembagaan sosial masyarakat Batak Pakpak yang berlatarbelakang sistem dan
    struktur sosial patriarkhi dan 2) bagaimanakah dampak marginalisasi dalam
    kehidupan sosial perempuan Batak Pakpak. Perspektif Feminis Sosialis
    (Struktural) dipakai sebagai kerangka teoritis menganalisa proses dan dampak
    marginalisasi perempuan pada kelembagaan sosial Batak Pakpak mulai lembaga
    keluarga (domestik) sampai pada lembaga adat, pendidikan, politik dan ekonomi
    (publik) bertolak dari sudutpandang (standpoint) perempuan sebagai subjek
    penelitian.

    Temuan studi ini mengungkapkan bahwa proses marginalisasi perempuan

    sistem kekerabatan/kemasyarakatan patrilineal yang mewujud dalam struktur
    sosial yaitu "ideologi gender patriarki". Ideologi gender patriarki yang
    menstruktur dan terintegrasi dalam patriaki privat di lembaga keluarga dan
    patriarki publik di lembaga adat, pendidikan, ekonomi dan politik. Penstrukturan
    kedua patriarki kemudian mengkonstruksi adanya relasi gender yang asimetris
    pada perempuan dalam semua lembaga sosial masyarakat Batak Pakpak di desa
    Pegagan Julu VII[. Dilihat secara lintas strata sosial ekonomi, maka fenomena
    marginalisasi memperlihatkan suatu dampak berupa fenomena yang semakin
    memiskinkan perempuan terutama perempuan kalangan strata bawah.

    Merujuk pada temuan tersebut, studi ini akhirnya merekomendasikan
    solusi struktural berupa perlunya perubahan struktural di kelembagaan sosial
    masyarakat Pakpak. Konkritnya, perubahan struktural berwujud kebijakan
    struktural serta berkekuatan struktural yang digagas di luar sistem sosial
    masyarakat Batak Pakpak. Kebijakan struktural ini berupa "norma baru" yang
    dapat dilakukan melalui wewenang pemerintah daerah selaku stakeholderoeectie
    sama dengan lembaga atau "ornop" yang konsen pada penanganan isu perempuan.
    Norma baru yang dimaksud adalah norma kesetaraan gender yang disosialisasikan
    dalam bentuk pendidikan pad a anak perempuan di keluarga dan perempuan diberi
    akses dan kontrol yang sama dengan laki-laki di lembaga publik. Sosialisasi
    norma baru ini harus melibatkan laki-laki sebagai stakeholder di keluarga atau
    sektor hulu dan elit tokoh adat di lembaga adat, elit pendidikan, elit ekonomi dan
    elit politik sebagai sektor hilirnya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi