<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58069">
 <titleInfo>
  <title>MARGINALISASI PEREMPUAN MASYARAKAT BATAK PAKPAK DI DESA PEGAGAN JULU VIII, KABUPATEN DAIRI, SUMATERA UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HADRIANA MARHAENI MUNTHE</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvii, 244 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Studi marginalisasi perempuan Batak Pakpak merupakan studi isu &#13;
ketimpangan gender di desa Pegagan Julu VIII, kecamatan Sumbul, kabupaten &#13;
Dairi di Sumatera Utara. Studi ini adalah studi kualitatif yang berperspektif &#13;
feminis dengan mengangkat berbagai pengalaman praktik marginalisasi &#13;
perempuan Batak Pakpak berdasarkan kategori sosial klan (marga), usia, strata &#13;
sosial ekonomi, status perkawinan dan tempat tinggal di berbagai kelembagaan &#13;
sosial masyarakat Pakpak. &#13;
&#13;
Terkait dengan topik marginalisasi sebagai fenomena ketimpangan gender &#13;
maka studi ini mengkaji 1) bagaimanakah proses sosial marginalisasi perempuan &#13;
di kelembagaan sosial masyarakat Batak Pakpak yang berlatarbelakang sistem dan &#13;
struktur sosial patriarkhi dan 2) bagaimanakah dampak marginalisasi dalam &#13;
kehidupan sosial perempuan Batak Pakpak. Perspektif Feminis Sosialis &#13;
(Struktural) dipakai sebagai kerangka teoritis menganalisa proses dan dampak &#13;
marginalisasi perempuan pada kelembagaan sosial Batak Pakpak mulai lembaga &#13;
keluarga (domestik) sampai pada lembaga adat, pendidikan, politik dan ekonomi &#13;
(publik) bertolak dari sudutpandang (standpoint) perempuan sebagai subjek &#13;
penelitian. &#13;
&#13;
Temuan studi ini mengungkapkan bahwa proses marginalisasi perempuan &#13;
&#13;
sistem kekerabatan/kemasyarakatan patrilineal yang mewujud dalam struktur &#13;
sosial yaitu &quot;ideologi gender patriarki&quot;. Ideologi gender patriarki yang &#13;
menstruktur dan terintegrasi dalam patriaki privat di lembaga keluarga dan &#13;
patriarki publik di lembaga adat, pendidikan, ekonomi dan politik. Penstrukturan &#13;
kedua patriarki kemudian mengkonstruksi adanya relasi gender yang asimetris &#13;
pada perempuan dalam semua lembaga sosial masyarakat Batak Pakpak di desa &#13;
Pegagan Julu VII[. Dilihat secara lintas strata sosial ekonomi, maka fenomena &#13;
marginalisasi memperlihatkan suatu dampak berupa fenomena yang semakin &#13;
memiskinkan perempuan terutama perempuan kalangan strata bawah. &#13;
&#13;
Merujuk pada temuan tersebut, studi ini akhirnya merekomendasikan &#13;
solusi struktural berupa perlunya perubahan struktural di kelembagaan sosial &#13;
masyarakat Pakpak. Konkritnya, perubahan struktural berwujud kebijakan &#13;
struktural serta berkekuatan struktural yang digagas di luar sistem sosial &#13;
masyarakat Batak Pakpak. Kebijakan struktural ini berupa &quot;norma baru&quot; yang &#13;
dapat dilakukan melalui wewenang pemerintah daerah selaku stakeholderoeectie &#13;
sama dengan lembaga atau &quot;ornop&quot; yang konsen pada penanganan isu perempuan. &#13;
Norma baru yang dimaksud adalah norma kesetaraan gender yang disosialisasikan &#13;
dalam bentuk pendidikan pad a anak perempuan di keluarga dan perempuan diberi &#13;
akses dan kontrol yang sama dengan laki-laki di lembaga publik. Sosialisasi &#13;
norma baru ini harus melibatkan laki-laki sebagai stakeholder di keluarga atau &#13;
sektor hulu dan elit tokoh adat di lembaga adat, elit pendidikan, elit ekonomi dan &#13;
elit politik sebagai sektor hilirnya. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">HADRIANA MARHAENI MUNTHE</note>
 <subject authority="">
  <topic>marginalisasi perempuan, patriarki privat, patriar</topic>
 </subject>
 <classification>305.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>305.5 Had m/R.17.179.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007500</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>305.5 Had m</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>58069</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-28 15:55:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-08 11:26:07</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>