<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58066">
 <titleInfo>
  <title>Peran atorvastatin sebagai protektor otak pada pasien cedera otak traumatik sedang ditinjau dari kadar tissue plasminogen activator, tumor necrosis factor alpha dan laju perbaikan skor gcs</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kenanga Marwan Sikumbang</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Kedokteran Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxi, 127 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cedera otak traumatik (COT) masih menjadi masalah morbiditas dan &#13;
mortalitas utama -di dunia. Pasca COT, pasien yang selamat sering mengalami &#13;
dengan gangguan kognitif dan intelektual, perubahan mood , tingkah laku dan &#13;
Sindrom Distress Pascatrauma (SDPT). Prioritas penanganan adalah mencegah &#13;
berkembangnya cedera otak sekunder yang dapat memperburuk outcome dengan &#13;
cara melakukan proteksi otak. Salah satu teknik proteksi otak yaitu dengan &#13;
menggunakan obat yang memiliki efek proteksi otak. Statin memiliki efek &#13;
pleiotropik yang bersifat kolesterol-independen dengan efek yang potensial dalam &#13;
tata laksana gangguan neurologis diantaranya mengurangi efek trombosis dan &#13;
kaskade koagulasi dan antiinflamasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat &#13;
pengaruh pemberian atorvastatin 40 mg per oral terhadap kadar tP A dan TNF -a, &#13;
serta laju perbaikan skor GCS pasien COT sedang. Metode: desain penelitian ini &#13;
adalah uji klinis acak buta tunggal menggunakan atorvastatin 40 mg per oral via &#13;
sonde se lama 7 hari. Sebanyak 37 pasien COT sedang yang menjalani &#13;
pembedahan dan sesuai kriteria inklusi diikutkan dalam penelitian dan dilakukan &#13;
randomisasi, Tiga pasien dikeluarkan dari penelitian, karena gagal dalam proses &#13;
pengambilan darah. Pengambilan sampel darah dilakukan sebanyak 3 kali: ° jam, &#13;
24 jam dan 72 jam pasca pemberian obat untuk diperiksa kadar tP A antigen, tP A &#13;
activity dan TNF-a. Untuk menilai laju perbaikan skor GCS dilakukan observasi &#13;
GCS selama 7 hari. Hasil penelitian ini dianalisa dengan uji two way repeated &#13;
measure ANOVA: kadar tPA antigen awal tidak berbeda bermakna antara kedua &#13;
kelompok (16,45 (4,32) ng/mL vs. 20,95 (4,32) ng/mL, p=0,467), begitu pula &#13;
pada pengukuran 24 jam (16,97 (4,79) vs. 21,40 (4,79), p=0,519). Pada &#13;
pengukuran 72 jam juga tidak berbeda bermakna (20,21 (4,60) vs. 15,78 «4,60), &#13;
p=0,50 1). Kadar tP A activity awal tidak berbeda bermakna antara kedua &#13;
kelompok (0,74 (0,20; 9,87) ng/mL vs. 1,22 (0,20; 23,51) ng/mL, p=0,371). Kadar &#13;
24 jam dan 72 jam juga tidak berbeda bermakna (0,84 (0,20; 27,030) ng/mL vs. &#13;
0,79 (0,20; 31,62) ng/mL, p=0,929) dan (1,01 (0,20; 11,20) ng/mL vs. 0,57 (0,20; &#13;
26,49) ng/mL, p=0,261). Pengukuran awal kadar TNF-a kedua kelompok tidak &#13;
berbeda bermakna (7,01 (0,77) pg/mL vs. 5,55 (0,77) pg/mL, p=0,188). Demikian &#13;
juga pada pengukuran 24 jam dan 72 jam (6,37 (0,72) pg/mL vs 5,47 (0,72) &#13;
pg/mL, p=0,380) dan (6,49 (0,89) pg/mL vs. 6,17 (0,84) pg/mL, p=0,792). Pada &#13;
Kurva Kaplan-Meier terlihat median survival kelompok atorvastatin mencapai &#13;
skor GCS 15 pada 1 hari pasca pemberian obat dan pada hari ke 5 semua subyek &#13;
sudah mencapai GCS 15, sementara pada kelompok plasebo median survival &#13;
dicapai pada hari ke 3 dan tidak semua subyek mencapai skor GCS 15 hingga 7 &#13;
hari pengamatan. Hal ini bermakna secara statistik dengan nilai p = 0,001. &#13;
Simpulan dari penelitian ini, atorvastatin tidak meningkatkan kadar tP A, &#13;
atorvastatin tidak menurunkan kadar TNF -a. Atorvastatin terbukti mempercepat &#13;
laju perbaikan skor GCS pasien COT sedang.</note>
 <note type="statement of responsibility">Kenanga Marwan Sikumbang</note>
 <subject authority="">
  <topic>atorvastatin, COT, laju perbaikan skor GCS, TNF-a,</topic>
 </subject>
 <classification>610</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>610 Ken p/R.13.20.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007503</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 600)</sublocation>
    <shelfLocator>610 Ken p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>58066</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-28 15:49:32</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-06 14:05:38</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>