<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58056">
 <titleInfo>
  <title>KRISIS EKONOMI DAN STRUKTUR MODAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DIMASTI DANO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakaultas Ekonomi Unpad</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vii, 210 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengaruh krisis ekonomi 2008 terhadap struktur modal di perusahaan­ &#13;
perusahaan Indonesia sangat menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
meneIiti pengaruh variabeI-variabel independen terhadap leverage optimal &#13;
perusahaan-perusahaan di Indonesia pada periode tidak krisis dan periode krisis, &#13;
&#13;
serta meneliti speed of adjustment perusahaan. . &#13;
&#13;
Penelitian dilakukan terhadap 234 perusahaan (total perusahaan) yang &#13;
terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam periode 2005 - 2011, di mana di &#13;
dalamnya terdapat 34 perusahaan yang mengalami financial distress. Leverage &#13;
optimal diukur dengan menggunakan nilai rata-rata rasio utang terhadap asset &#13;
perusahaan. Estimasi dilakukan dengan metode GMMfirst difference. &#13;
&#13;
HasiI estimasi dengan metode GMM first difference menunjukkan, bahwa &#13;
baik total perusahaan maupun perusahaan yang mengalami financial distress &#13;
menunjukkan perbedaan leverage pada periode tidak krisis dan pada periode &#13;
krisis, di mana perusahaan yang mengalami financial distress menunjukkan &#13;
perbedaan yang signifikan. Kondisi moneter yang relatif stabil, dengan efek krisis &#13;
yang relatife terbatas diduga menyebabkan tidak ada perbedaan leverage secara &#13;
signifikan pada total perusahaan. Perusahaan yang mengalami financial distress &#13;
menunjukkan perbedaan leverage yang signifikan, diduga karena perusahaan yang &#13;
mengalami financial distress telah melakukan peningkatan proporsi utang atau &#13;
penjualan aset. Nilai koefisien PROFITABILITY pada kelompok total perusahaan &#13;
dan perusahaan yang mengalami financial distress adalah negatif dan signifikan. &#13;
Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang profitabeI akan memiIiki leverage &#13;
yang lebih rendah. Nilai koefisien LIQUIDITY pada total perusahaan dan &#13;
perusahaan yang mengalami financial distress bernilai negatif, yang berarti &#13;
mendukung teori Pecking Order, yang menyatakan bahwa pembiayaan internal &#13;
merupakan langkah pertama dalam struktur modal suatu perusahaan. Variabel &#13;
GROWTH pada penelitian ini baik total perusahaan maupun perusahaan yang &#13;
mengalamifinancial distress menunjukkan nilai koefisien negatif dan signifikan. &#13;
Growth (pertumbuhan) merupakan aset modal (capital asset) yang menjadi nilai &#13;
tambah bagi perusahaan, tetapi tidak dapat digunakan sebagai kolateral untuk &#13;
diagunkan guna mendapatkan utang. Dalam penelitian im, variable &#13;
makroekonomi yang digunakan adalah BI Rate dan GDP. BI Rate pada &#13;
perusahaan yang mengalami financial distress menunjukkan koefisien bernilai &#13;
positif dan signifikan, yang berarti bahwa naiknya interest rate umumnya &#13;
ditolerir dalam bisnis. GDP pada total perusahaan dan perusahaan yang &#13;
mengalami financial distress memperlihatkan koefisien bernilai positif dan &#13;
signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam kondisi ekonomi yang baik &#13;
(yang direpresentasikan oleh GDP), perusahaan berusaha meningkatkan &#13;
leveragenya. &#13;
&#13;
Perusahaan yang mengalami financial distress cenderung menunjukkan &#13;
speed of adjustment yang lebih rendah dibandingkan dengan total perusahaan. Hal &#13;
ini diduga karena perusahaan yang mengalami financial distress sedang &#13;
mengalami kesulitan keuangan untuk mencapai leverage optimal. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">DIMASTI DANO</note>
 <subject authority="">
  <topic>struktur modal, leverage optimal, speed of adjustm</topic>
 </subject>
 <classification>330</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>330 Dim k/R.12.4.7</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007493</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>330 Dim k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>58056</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-28 15:21:18</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-09 09:14:51</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>