<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58054">
 <titleInfo>
  <title>Sintesis konjugat doksorubisin dan evaluasi keaktifan anti-kankernya secara in silico</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ace Tatang Hidayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xix, 120 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Doksorubisin (DOX) merupakan agen anti kanker yang paling efektif dan sudah &#13;
lama digunakan untuk kemoterapi. Namun sifat toksisitasnya muncul karena dual &#13;
spesifisitas dengan topoisomerase lIb yang terdapat pada sel otot jantung. &#13;
Rendahnya internalisasi DOX pada sel kanker yang resisten juga menjadi &#13;
perhatian. Oleh karena itu, sifat DOX yang perlu ditingkatkan adalah spesifisitas &#13;
pada sel kanker, toksisitas, dan permeabilitas. Meningkatkan efektivitas sifat anti­ &#13;
kanker dari DOX melalui konjugasi merupakan salah satu altematif untuk &#13;
menekan waktu dan biaya yang diperlukan dalam mengembangkan suatu agen &#13;
anti kanker baru, Konyugat berbasis DOX yang dibuat harus memiliki sifat anti­ &#13;
kanker yang lebih baik dari senyawa asalnya. &#13;
&#13;
Dalam penelitian ini, desain senyawa konjugat terdiri dari DOX sebagai obat &#13;
kemoterapi, pembawa DHA yang berfungsi untuk meningkatkan intemalisasi dan &#13;
ligan pengikatan spesifik integrin avf33 akan diikatkan secara kovalen melalui &#13;
linker L-sistein. Studi yang terkait mencakup rancang bangun molekulligan, studi &#13;
doking, metode sintesis di laboratorium untuk pembuatan ligan dan konjugat, &#13;
serta dilanjutkan dengan evaluasi keaktifan anti kankemya secara in silico. &#13;
&#13;
Dua lokasi pada DOX yang dipertimbangkan untuk modifikasi molekul ini, yaitu &#13;
3'-amina dan karbon-14. DOX yang dimodifikasi pada posisi 3'-amina dengan &#13;
ikatan yang kuat menunjukkan penurunan aktivitas anti-kanker. Pada penelitian &#13;
ini, DOX dipilih untuk dimodifikasi pada posisi karbon-14. Sebuah gugus &#13;
bromida akan dimasukkan, untuk kemudian diikatkan secara kovalen dengan &#13;
linker yang mengandung gugus sulfuhidril dengan prinsip reaksi substitusi &#13;
nukleofilik. Kedua komponen lainnya diikatkan kepada linker dengan &#13;
menggunakan prinsip reaksi yang sama. Adanya tiga variasi gugus fungsi yang &#13;
berbeda pada linker sistein yang diikatkan secara kovalen melalui reaksi substitusi &#13;
menghasilkan tiga ikatan kovalen yang berbeda kekuatannya. Keadaan ini &#13;
menguntungkan bagi pelepasan komponen konjugat, dimana ikatan DHA-NC=O &#13;
dan ligan-NC=O terlepas dibawah pengaruh enzim, sedangkan DOX-tio-sistein &#13;
akan lepas pada kondisi pH dalam sitosol. &#13;
&#13;
Keberhasilan dalam membuat konjugat yang terdiri dari tiga komponen dengan &#13;
fungsinya masing-masing dalam penelitian ini merupakan unsur kebaruan dari &#13;
penelitian ini, mengingat konjugat-konjugat sebelumnya dibuat hanya dari &#13;
penggabungan dua komponen. Dengan menggunakan pendekatan desain berbasis &#13;
struktur dan farmakofor peptida RGD, struktur ligan integrin uvf33 telah berhasil &#13;
dirancang danproduk sintesisnya dikonjugasikan dengan DHA dan DOX melalui &#13;
linker L-sistein. &#13;
&#13;
Keaktifan anti-kankemya dievaluasi secara in silico, ligan integrin sintesis &#13;
diprediksi memiliki afinitas yang baik (nilai Ki = 3,9 nM) dan sebanding dengan &#13;
ligan integrin yang sudah memasuki tahap uji praklinis. Senyawa konjugat DOX­ &#13;
DHA-ligan integrin juga diprediksi memiliki tingkat permeabilitas yang lebih baik &#13;
dari senyawa DOX tunggal. Selain itu, sifat toksisitas senyawa konjugat &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Ace Tatang Hidayat</note>
 <subject authority="">
  <topic>Dalam penelitian ini, desain senyawa konjugat terd</topic>
 </subject>
 <classification>540</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>540 Ace s/R.14.10.3</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007495</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 500)</sublocation>
    <shelfLocator>540 Ace s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>58054</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-28 15:08:57</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-06 13:38:45</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>