<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58038">
 <titleInfo>
  <title>SENYAWA TRITERPENOID DAN STEROID DARI KULIT BATANG Aglaia argentea DAN Aglaia elliptica SERTA HUBUNGAN STRUKTUR KIMIA DAN AKTIVITAS SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL MURIN LEUKEMIA P-388</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Kindi Farabi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxiv, 183 hlm. ; ill.; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Triterpenoid dan steroid merupakan senyawa metabolit sekunder yang paling &#13;
banyak terdapat di alam diantara senyawa metabolit sekunder lainnya. &#13;
Diperkirakan lebih dari 35.000 triterpenoid dan steroid berada di alam. Salah &#13;
satu diantara ribuan kelompok tumbuhan sebagai sumber utama senyawa &#13;
triterpenoid dan steroid dengan aktivitas farmakologis yang menarik: adalah &#13;
tumbuhan famili Meliaceae. Genus terbesar dari famili Meliaceae adalah Aglaia. &#13;
Pada penelitian berkelanjutan kami untuk mencari senyawa antikanker dari &#13;
tumbuhan Aglaia Indonesia, ekstrak n-heksana dan etil asetat dari kulit batang A. &#13;
argentea dan A. elliptica menunjukkan aktivitas sitotoksik yang signifikan &#13;
terhadap sel murin leukemia P-388 masing-masing sebesar 26,72 dan 15,49; &#13;
serta 67,70 dan 32,69 ug/ml., Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi serta &#13;
menentukan struktur senyawa triterpenoid dan steroid dari kulit batang A. &#13;
argentea dan A. elliptica dan menentukan aktivitas sitotoksiknya terhadap sel &#13;
murin leukemia P-388. Tahap isolasi dilakukan dengan maserasi kulit batang A. &#13;
argentea dan A elliptica menggunakan pelarut metanol hingga diperoleh ekstrak &#13;
pekat metanol dan dilanjutkan dengan partisi ekstrak metanol dengan pelarut n­ &#13;
heksana, etil asetat, dan n-butanol hingga diperoleh ekstrak pekatnya. Ekstrak &#13;
aktif (n-heksana dan etil asetat) kemudian dipisahkan dan dimurnikan dengan &#13;
berbagai metode kromatografi hingga diperoleh senyawa 1-15. Senyawa 1-15 &#13;
diidentifikasi dan ditetapkan struktur kimianya dengan metode spektroskopi dan &#13;
perbandingan data dengan literatur dan dihasilkan dua senyawa baru yaitu suatu &#13;
tetranor-triterpenoid apotirukalan, argentinin A (3a,7a-dihidroksi-24,25,26,27- &#13;
tetranorapotirukala-14-en-23,21-olid) (8) dan suatu senyawa steroid pregnan, 2a­ &#13;
hidroksi-3a-metoksi-5a-pregnan (12). 13 senyawa lainnya, merupakan senyawa &#13;
yang telah dikenal, meliputi tujuh golongan triterpenoid damaran yaitu, 3-epi­ &#13;
kabraleahidroksilakton (1), (E)-25-hidroperoksidamar-23-en-3p,20-diol (2), &#13;
damar-24-en-3 P,20-diol (3), 20S,24S-epoksi-3a,25 -dihidroksidamaran (4), 3a­ &#13;
asetil-20S,24S-epoksi-25-hidroksi damaran (5), asam eiklerianat (6), dan asam &#13;
shoreat (7), enam golongan steroid stigmastan, stigmast-c-en-Sjl-ol (9), 3P­ &#13;
sitosteril-oleat (10), 3p-sitosterol-p-D-glukosa-6-monooleat (sitoindosida 11) &#13;
(11), 3P-D-galaktosa-sitosterol (13), 3P-D-glukosa-sitosterol (14), dan 3P-D­ &#13;
glukosa-stigmasterol (15). Senyawa 1-15 dievaluasi sifat sitotoksiknya terhadap &#13;
sel murin leukemia P-388 secara in vitro dan senyawa 8 (argentinin A) &#13;
menunjukkan aktivitas paling kuat dengan nilai ICso 1,27 ug/ml.. Senyawa &#13;
lainnya (1-7 dan 9-15) menunjukkan nilai yang beragam, 68,53; 5,89; 22,41; &#13;
11,03; 4,09; 5,60; 19,03; 12,43; 67,15; 55,81; 6,07; 63,07; &gt;100; dan 48,62 &#13;
ug/ml.. Aktivitas sitotoksik dari senyawa triterpenoid dan steroid dipengaruhi &#13;
oleh adanya gugus asetil, ikatan rangkap, posisi gugus metil, stereokimia karbon &#13;
asimetri, dan jenis gugus gula yang terikat.</note>
 <note type="statement of responsibility">Kindi Farabi</note>
 <subject authority="">
  <topic>triterpenoid, steroid, A. argentea, A. elliptica, </topic>
 </subject>
 <classification>547</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>547 Kin s/R.14.27.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007484</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 500)</sublocation>
    <shelfLocator>547 Kin s</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>58038</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-27 15:21:52</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-06 13:36:16</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>