Detail Cantuman

Image of Kelangkaan dalam keberlimpahan : perspektif ekologi politik (studi kasus pemenfaatan mata air di Kabupaten Sukabumi)

Text  

Kelangkaan dalam keberlimpahan : perspektif ekologi politik (studi kasus pemenfaatan mata air di Kabupaten Sukabumi)


Kelangkaan dalam keberlimpahan air merupakan fenomena paradoks yang umum
terjadi di negara berkembang. Dalam hal ini, kelangkaan yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010040007479577.6 Ene kPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 500)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    577.6 Ene k/R.12.53.1
    Penerbit Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 212 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    577.6
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kelangkaan dalam keberlimpahan air merupakan fenomena paradoks yang umum
    terjadi di negara berkembang. Dalam hal ini, kelangkaan yang dimaksud adalah
    sebuah kondisi yang relatif karena fenomena tersebut muncul akibat terjadinya
    ketidaksetaraan akses terhadap mata air. Penelaahan rnengenai ketidaksetaraan
    akses dalam penelitian ini difokuskan pada kondisi perbedaan akses terhadap mata
    air antara masyarakat dan swasta. Masyarakat merupakan pihak yang rnengalami
    kesulitan akses terhadap mata air, sedangkan pihak swasta dalam lokasi yang
    sama mampu memperoleh manfaat bahkan mampu memberikan keuntungan
    perusahaan. Penelitian ini menggunakan perspektif ekologi politik untuk
    memperoleh faktor-faktor penyebab terjadinya ketidaksetaraan akses terhadap
    mata air. Ekologi politik menyakini bahwa segala bentuk perubahan lingkungan
    yang menimbulkan konflik sosial bukan hanya disebabkan oleh faktor fisik tetapi
    disebabkan oleh faktor politik, ekonomi, sosial dan budaya. Metoda campuran
    digunakan dalam penelitian ini dengan memasukan data kuantitatif ke dalam data
    kualitatif. Adapun hasil penelitian menyatakan bahwa faktor-faktor yang menjadi
    penyebab terjadinya ketidaksetaraan akses adalah intervensi dari pemodal
    terhadap kebijakan terkait pemanfaatan air; kolaborasi negara dan swasta atas
    penentuan alokasi pemanfaatan mata air; rendahnya partisipasi masyarakat dalam
    menentukan pola distribusi dan alokasi mata air; dan penempatan modal sebagai
    penentu akses terhadap perolehan air dalam mekanisme pasar. Untuk mengatasi
    permasalahan tersebut, maka altematif solusinya adalah melakukan sinergitas
    pengelola sumber air di seluruh tingkatan dan melakukan rasionalisasi terhadap
    besaran nilai air baku yang selama ini terlalu rendah, penerbitan aturan teknis
    yang selaras dengan dengan aturan pokok (UUD) dan diimplementasikan secara
    utuh dan merata, melakukan valuasi ekonomi lingkungan atas eksploitasi yang
    terjadi dalam satu siklus tertutup dan memperhitungkan dampak sosial yang akan
    timbul atas berlakunya sebuah kebijakan. Dengan demikian, diharapkan
    terciptanya harmonisasi pembangunan melalui terciptanya keseimbangan ekologi,
    sosial dan ekonomi sehingga pemanfaat air memperoleh kesetaraan akses danjuga
    terwujudnya kelestarian dan keseimbangan lingkungan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi