<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58020">
 <titleInfo>
  <title>Kelangkaan dalam keberlimpahan :</title>
  <subTitle>perspektif ekologi politik (studi kasus pemenfaatan mata air di Kabupaten Sukabumi)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eneng Rahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvi, 212 hlm. ; ill. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kelangkaan dalam keberlimpahan air merupakan fenomena paradoks yang umum &#13;
terjadi di negara berkembang. Dalam hal ini, kelangkaan yang dimaksud adalah &#13;
sebuah kondisi yang relatif karena fenomena tersebut muncul akibat terjadinya &#13;
ketidaksetaraan akses terhadap mata air. Penelaahan rnengenai ketidaksetaraan &#13;
akses dalam penelitian ini difokuskan pada kondisi perbedaan akses terhadap mata &#13;
air antara masyarakat dan swasta. Masyarakat merupakan pihak yang rnengalami &#13;
kesulitan akses terhadap mata air, sedangkan pihak swasta dalam lokasi yang &#13;
sama mampu memperoleh manfaat bahkan mampu memberikan keuntungan &#13;
perusahaan. Penelitian ini menggunakan perspektif ekologi politik untuk &#13;
memperoleh faktor-faktor penyebab terjadinya ketidaksetaraan akses terhadap &#13;
mata air. Ekologi politik menyakini bahwa segala bentuk perubahan lingkungan &#13;
yang menimbulkan konflik sosial bukan hanya disebabkan oleh faktor fisik tetapi &#13;
disebabkan oleh faktor politik, ekonomi, sosial dan budaya. Metoda campuran &#13;
digunakan dalam penelitian ini dengan memasukan data kuantitatif ke dalam data &#13;
kualitatif. Adapun hasil penelitian menyatakan bahwa faktor-faktor yang menjadi &#13;
penyebab terjadinya ketidaksetaraan akses adalah intervensi dari pemodal &#13;
terhadap kebijakan terkait pemanfaatan air; kolaborasi negara dan swasta atas &#13;
penentuan alokasi pemanfaatan mata air; rendahnya partisipasi masyarakat dalam &#13;
menentukan pola distribusi dan alokasi mata air; dan penempatan modal sebagai &#13;
penentu akses terhadap perolehan air dalam mekanisme pasar. Untuk mengatasi &#13;
permasalahan tersebut, maka altematif solusinya adalah melakukan sinergitas &#13;
pengelola sumber air di seluruh tingkatan dan melakukan rasionalisasi terhadap &#13;
besaran nilai air baku yang selama ini terlalu rendah, penerbitan aturan teknis &#13;
yang selaras dengan dengan aturan pokok (UUD) dan diimplementasikan secara &#13;
utuh dan merata, melakukan valuasi ekonomi lingkungan atas eksploitasi yang &#13;
terjadi dalam satu siklus tertutup dan memperhitungkan dampak sosial yang akan &#13;
timbul atas berlakunya sebuah kebijakan. Dengan demikian, diharapkan &#13;
terciptanya harmonisasi pembangunan melalui terciptanya keseimbangan ekologi, &#13;
sosial dan ekonomi sehingga pemanfaat air memperoleh kesetaraan akses danjuga &#13;
terwujudnya kelestarian dan keseimbangan lingkungan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Eneng Rahmi</note>
 <subject authority="">
  <topic>ekologi politik, fenomena paradoks, akses air   v</topic>
 </subject>
 <classification>577.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>577.6 Ene k/R.12.53.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007479</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 500)</sublocation>
    <shelfLocator>577.6 Ene k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>58020</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-27 14:19:40</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-09 09:10:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>