<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58016">
 <titleInfo>
  <title>Kajian hukum implikasi dari Asean Comprehensive Investment Agreement (ACIA) terhadap pengaturan hukum penanaman modal di Indonesia dalam rangka masyarakat ekonomi ASEAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Delfiyanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>fakultas hukum Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvi, 362 hlm. ; ill. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Permasalahan dalam penelitian ini adalah pertama, bagaimanakah pengaturan &#13;
hukum penanaman modal asing yang termuat dalam Persetujuan Penanaman Modal &#13;
Menyeluruh ASEAN (ASEAN Comprehensive Investment Agreement / ACIA) tahun 2009 &#13;
dalam rangka Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut; kedua, bagaimanakah implikasi &#13;
dari ASEAN Comprehensive Investment Agreement (ACIA) terhadap pengaturan hukum &#13;
penanaman modal di Indonesia dalam rangka Masyarakat Ekonomi ASEAN dan ketiga, &#13;
bagaimanakah konsep Penanaman Modal Asing (PMA) dalam hukum penanaman modal &#13;
Indonesia dalam rangka Masyarakat Ekonomi ASEAN guna menyongsong Pembangunan &#13;
Ekonomi Indonesia. &#13;
&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian hukum yang bersifat yuridis normatif dengan &#13;
pendekatan sejarah hukum dan perbandingan hukum, yang menitik beratkan pada data &#13;
sekunder yang diperoleh dari penelitian kepustakaan dan didukung oleh data primer &#13;
berupa wawancara yang diperoleh dari penelitian lapangan. Spesifikasi penelitian ini &#13;
adalah deskriptif analitis. Data yang terkumpul dianalisis secara yuridis kualitatif. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini; Pertama, berdasarkan Pasal 1 (a) dan Pasal 2 Persetujuan &#13;
ACIA tentang tujuan dari pembentukan ACIA maka pengaturan hukum penanaman &#13;
modal asing dalam Persetujuan ACIA menganut suatu rezim penanaman modal yang &#13;
&quot;bebas dan terbuka&quot; (a Free and Open Investment Regime) di ASEAN dalam rangka &#13;
mencapai tujuan akhir dari integrasi ekonomi dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. &#13;
Liberalisasi penanaman modal ASEAN tersebut juga didukung antara lain oleh Prinsip &#13;
Perlakuan Nasional (National Treatment) berdasarkan Pasal 5 ACIA dan Prinsip &#13;
Perlakukan yang Sama (Most Favoured Nation Treatment/MFN Treatment) berdasarkan &#13;
Pasal 6 ayat 1 ACIA yang keduanya merupakan prinsip hukum intemasional yang banyak &#13;
digunakan dalam berbagai perjanjian intemasional. Disamping itu, pengaturan hukum &#13;
penanaman modal asing dalam Persetujuan ACIA juga memuat &quot;negara kesejahteraan&quot;. &#13;
Ini terlihat dalam Pembukaan Persetujuan ACIA dan Pembukaan Piagam ASEAN dan &#13;
Pasal 1 (poin 5, 6 dan 11) Piagam ASEAN (ASEAN Charter).; Kedua, Implikasi dari &#13;
Persetujuan ACIA tersebut maka Indonesia hendaknya harus berusaha menselaraskan &#13;
pengaturan hukum penanaman modalnya sesuai dengan ketentuan ACIA. Berdasarkan &#13;
hasil analisis terhadap ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang No. 25 tahun 2007 &#13;
tentang Penanaman Modal dimana beberapa ketentuan dalam Undang-Undang ini sudah &#13;
selaras dengan yang termuat dalam Persetujan ACIA walaupun pada bagian-bagian &#13;
tertentu masih ada perbedaan dan perlu penyempumaan ; Ketiga, Konsep penanaman &#13;
modal asing (PMA) dalam Undang-Undang No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman &#13;
Modal mengandung konsep &quot;Iiberalisasi terbatas&quot; dengan adanya beberapa pengecualian &#13;
diantaranya demi kepentingan nasional dan liberalisasi penanaman modal asing tersebut &#13;
pad a akhimya bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat (Pembukaan VU No. 25 &#13;
tahun 2007, Pasal 5 dan Pasal 6 ayat 1). Disamping itu, VU Penanaman Modal ini juga &#13;
berlandaskan pada asas demokrasi ekonomi sebagaimana termuat dalam Pembukaan UU &#13;
Penanaman Modal ini dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.</note>
 <note type="statement of responsibility">Delfiyanti</note>
 <subject authority="">
  <topic>Penelitian ini merupakan penelitian hukum yang ber</topic>
 </subject>
 <classification>346.092</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>346.092 Del k/R.11.156.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007460</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>346.092 Del k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>58016</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-27 11:55:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-07 19:17:51</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>