<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58009">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KERJA SAMA PEMERINTAH KABUPATEN SAMBAS DENGAN OTORITA PENGEMBANGAN DAERAH INDUSTRI PULAU BATAM TERHADAP EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN KAWASAN PERBATASAN PALOH-SAJINGAN BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SUPRIARJO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xxvii, 379 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengangkat masalah ketidakefektifan pengembangan &#13;
Kawasan Perbatasan Paloh-Sajingan Besar (Palsa) di Kabupaten Sambas Provinsi &#13;
Kalimantan Barat sebagai kawasan perbatasan paling unik di Indonesia yang &#13;
memiliki sumber daya beraneka ragam dan potensi yang sangat besar, tetapi &#13;
pengelolaannya tidak efektif Fenomena ini ditandai dari fakta kesenjangan antara &#13;
perencanaanlrencana induk dengan implementasi kebijakan pengembangan &#13;
Kawasan Perbatasan Palsa dari tahun ke tahun. Padahal, kemajuan dan perbaikan &#13;
pengembangan Kawasan Perbatasan Palsa berhubungan dengan efektif atau tidak &#13;
efektifnya implementasi kebijakan pengembangan Kawasan Perbatasan Palsa. &#13;
Berdasarkan pada fakta tersebut, penting untuk melakukan penelitian dalam &#13;
rangka menganalisis seberapa besar pengaruh implementasi kebijakan berdimensi &#13;
resource acquisition, interpretation, planning, organizing, providing benefits and &#13;
services terhadap efektivitas pengembangan Kawasan Perbatasan Palsa. &#13;
&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan &#13;
analisis deskriptif dan verifikatif Jumlah responden 122 pegawai yang dipilih &#13;
secara sensus di Pemerintah Kabupaten Sambas, Otorita Pengembangan Daerab &#13;
lndustri Pulau Batam, dan Badan Palsa (StukturallEselon VII/m dan Pihak terkait &#13;
lainnya) yang melakukan kerja sama berhubungan dengan efektivitas &#13;
pengembangan Kawasan Perbatasan Palsa. Data dikumpulkan melalui kuisioner &#13;
dan diproses melalui analisis statistik. Untuk menganalisis deskripsi tentang &#13;
resource acquisition, interpretation, planning, organizing, providing benefits and &#13;
services digunakan analisis deskriptif, sedangkan analisis teknik pendekatan &#13;
SEM-PLS dengan alat bantu perangkat lunak terbaik paling modem (tercanggih) &#13;
XLSTAT-PLS 2015 digunakan untuk pengujian hipotesis dan statistik. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan &#13;
berpengaruh positif terhadap efektivitas pengembangan Kawasan Perbatasan &#13;
Palsa. Berdasarkan analisis teknik pendekatan SEM-PLS diketahui: Pertama, &#13;
planning merupakan dimensi utama yang paling berpengaruh positif dan &#13;
signifikan terhadap efektivitas pengembangan Kawasan Perbatasan Palsa; Kedua, &#13;
resource acquisition, interpretation, dan organizing berpengaruh positif, tetapi &#13;
tidak signifikan terhadap efektivitas pengembangan Kawasan Perbatasan Palsa; &#13;
Ketiga, providing benefits and services berpengaruh negatif dan tidak signifikan &#13;
terhadap efektivitas pengembangan Kawasan Perbatasan Palsa. Hasil penelitian &#13;
ini juga menghasilkan konsep baru dimensi implementasi kebijakan, yaitu dimensi &#13;
kerja sama (cooperation), lingkungan (environment), perencanaan (planning), &#13;
kepemimpinan efektif (effective leadership), dan pemberdayaan masyarakat &#13;
(community empowerment) dengan pemodelan persamaan struktural yang berbeda &#13;
dengan konsep/teori implementasi kebijakan Ripley dan Franklin.</note>
 <note type="statement of responsibility">SUPRIARJO</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ilmu sosial</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>kerja sama, implementasi kebijakan, efektivitas, p</topic>
 </subject>
 <classification>351</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>351 Sup p/R.17.369.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010040007467</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>351 Sup p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>58009</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-27 11:31:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-08 08:59:11</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>