Detail Cantuman

Image of Uji potensi antibodi anti-idiotipe kapsid minor human papillomavirus (HPV) tipe 16 yang disolasi dari telur ayam dalam menginduksi antibodi dibandingkan dengan antigen kapsid minor HPV tipe 16 pada mencit galur ddy

Text  

Uji potensi antibodi anti-idiotipe kapsid minor human papillomavirus (HPV) tipe 16 yang disolasi dari telur ayam dalam menginduksi antibodi dibandingkan dengan antigen kapsid minor HPV tipe 16 pada mencit galur ddy


Vaksin human papillomavirus (HPV) yang beredar saat ini adalah suatu vaksin
multivalent yang berasal dari virus like particle (VLP) kapsid ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010040007452610 Eka uPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 600)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610 Eka u/R.13.10.2
    Penerbit Kedokteran Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxi, 154 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Vaksin human papillomavirus (HPV) yang beredar saat ini adalah suatu vaksin
    multivalent yang berasal dari virus like particle (VLP) kapsid mayor (L 1) HPV
    yang bersifat spesifik. Kapsid mayor VLP ini tidak dapat menetralisasi silang
    dengan tipe lainnya sehingga produksinya menjadi kompleks. Oleh karena itu,
    perlu dikembangkan altematif imunogen lain yang bersifat menetralisasi silang
    dengan tipe lainnya. Kapsid minor (L2) HPV telah terbukti bersifat netralisasi
    silang dengan HPV tipe lainnya, namun merupakan imunogen yang lemah.
    Sementara itu imunogen yang berasal dari antibodi anti-idiotipe yang diisolasi
    dari telur ayam, terbukti dapat menginduksi antibodi dan bersifat protektif.
    Berdasarkan hal tersebut, dirancanglah penelitian ini dengan tujuan meningkatkan
    imunogenitas L2 HPV tipe 16 dengan metode antibodi anti-idiotipe yang diisolasi
    dari telur ayam.

    Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik. Antibodi anti­
    idiotipe L2 HPV-16 (Ab2) yang akan diujikan didapat dengan cara menyuntikkan
    antibodi L2 HPV-16 (Abl) pada ayam strain White Leghorn. Setelah Ab2
    diisolasi dari telur ayam, dilakukan uji imunogenitas untuk mengetahui
    kemampuannya dalam menginduksi antibodi anti-anti-idiotipe L2 HPV-16 (Ab3)
    pada mencit galur ddY Pada penelitian ini digunakan 30 ekor mencit ddY, yang
    dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, yaitu kelompok yang diinduksi dengan
    NaCl fisiologis (Kl), kelompok yang diinduksi dengan antigen L2 HPV-16 (K2)
    dan kelompok yang diinduksi dengan Ab2 yaitu antibodi anti-idiotipe L2 HPV-16
    (K3).

    Antibodi anti-idiotipe L2 HPV-16 (Ab2) yang merupakan suatu IgY telah
    berhasil diisolasi, berupa protein dengan berat molekul 25 kD (rantai ringan), 65
    kD (rantai berat) dan 187 kD (IgY utuh). Kadar rata-rata IgY yang diisolasi adalah
    5,609 ± 0,935 mg/ml, sedangkan rata-rata nilai optical density IgY spesifik anti­
    idiotipe L2 HPV -16 (Ab2) adalah 1.424 ± 0,890. Uji potensi antibodi anti-idiotipe
    (Ab2) pada mencit ddY menunjukkan adanya peningkatan kadar antibodi anti­
    anti-idiotipe L2 HPV-16 (Ab3) yang signifikan (p=O,OOO; uji Willcoxon) setelah
    perlakuan. Sementara itu, kelompok mencit yang diinduksi dengan antibodi anti­
    idiotipe L2 HPV -16 Ab2) menunjukkan nilai yang secara signifikan lebih tinggi
    bila dibandingkan dengan kelompok yang diinduksi NaCl fisiologis (p=O,OOO),
    namun sebanding dengan kelompok yang diinduksi antigen L2 HPV-16 (p=O,387;
    uji Kruskal Wallis dan uji Mann Whitney).

    Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa antibodi anti-idiotipe L2 HPV -16
    (Ab2) bersifat imunogenik dan tingkat imunogenitasnya sebanding dengan
    antigen L2 HPV -16. Perlu penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan
    imunogenitas antibodi anti-idiotipe L2 HPV -16 agar dapat dijadikan sebagai
    imunogen vaksin HPV.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi