Text
ANATOMI DAN RESOLUSI KONFLIK KEAGAMAAN DENGAN PENDEKATAN SOSIOLOGI THE ANATOMY AND RESOLUTION OF RELIGIOUS CONFLICT WITH A SOSIOLOGICAL APPROACH (Study Konflik Keagamaan Jemaat Ahmadiyah di Sukabumi)
Yusuf, NPM: 170130140009. Anatomi dan Resoiusi Konflik Keagamaandengan
Pendekatan Sosioiogi(Studi Konjlik Keagamaan Jemaat Ahmadiyah di ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010040007459 301 Yus a Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 301 Yus a/R.17.45.1Penerbit Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik ix, 215 hlm. ; il. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab Yusuf -
Yusuf, NPM: 170130140009. Anatomi dan Resoiusi Konflik Keagamaandengan
Pendekatan Sosioiogi(Studi Konjlik Keagamaan Jemaat Ahmadiyah di Sukabumi).
Derstasi Konsentrasi ilmu Sosioiogi. (1) lJof.H.Oekan S.Abdoellah,M.A.,Ph.D, (2) Pro£
Dr. Robert M.Z. Lawang, (3) Dr.ArryBainus,M.A
Penelitian ini di latarbelakangi oleh adanya kekerasan bernuansa agama di
Kabupaten Sukabumiyang sering kali diterjemahkan oleh sebagian kelompok islam
maintrean sebagai legal doctrineatas kohesivitas Jemaat Ahmadiyah yang telah
menciptakan polarisasi sosial yang melahirkanketakutan, tekanan dan paksaan.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan merumuskan anatomi serta resolusi
konflik keagamaan khususnya konflik Ahmadiyah di Sukabumi melalui pendekatan
sosiologi. Pelaksanaan Penelitian ini dilakukan melaui metode penelitian kualitatif (natural
reseach) dengan alasa nkarena permasalahan yang ditelitisangat general, dinamis dan penuh
makna sehingga tidak mungkin data padasituasisosial yang kompleks, dinamis dan belum
jelas problemnya tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitati£ Selain itu
penggunaan metode ini penelitian ini dimaksudkan untuk memahami secara mendalam
permasalahan penanganan konflik serta meneliti kehidupan masyarakat yang berkonflik,
sejarah, tingkahlaku dan pergerakansosial,
Berdasarkan hasil penelitian terhadap dimensi Anatomi konflik menunjukan bahwa
Penyebab terjadinya konflik adalah adanya perbedaan faham agama dan fanatisme
kelompok yang berlebihan, eklusivitas, intoleransi beragama dari Jemaat Ahmadiyah,
disharmoni dan inkonsistensi terhadap perjanjian. Proses terjadinya konflik terbuka mulai
dari tahun 2008 sampai dengan 2016 melalui serangkaian penyerangan dan pembakaran
fasilitas sarana dan prasarana ibadah Jemaah Ahmadiyah. Adapun Pihak yang berkonflik
secara langsung adalah kelompok Jemaat Ahmadiyah dan masyarakat Suni di Kecamatan
Parakan salak, Parungkuda, Cibadak, Jampang tengah dan Kecamatan Warungkiara,
sedangan aktor tidak langsung adalah antara lain GOIB, FPI, dan GARIS. Dampak
terjadinya konflik telah melahirkan ketakutan dan kecurigaan antar kelompok semakin kuat,
kedua kelompok merasa saling dirugikan, hilangnya toleransi beragama dan bermasyarakat,
ruksaknya persatuan dan kesatuan masyarakat, juga pembangunan wilayah terhambat.
Resolusi konflik dilakukan melalui beberapa langkah diantaranya Pembentukan "Tim
Penangan JAI"oleh MUI, Kejaksaan, Kodim, dan Polres Sukabumi, Sosialisasi faham
agama yang benar oleh MUI, sosialisai kerukunan dan kesatuan bangsa oleh Kodim 602
Sukabumi, silaturahmi kepada para pihak yang berkonflik oleh Babinsa sebagai mediator,
mengadakan kegiatan bersama, penambahan pos Koramil setempat.
Berdasarkan temuan penelitian ini, disampaikan beberapa rekomendasi sebagai
berikut (Berkaitan dengan Anantomi konflik di sarankan kepada Unsur Muspida Sukabumi
untuk melakukan reaktualisasi analisa berdasarkan proposisi dan literatur kontemporer
mengenai anatomi konflik di sarankan pula untuk memahami anatomi konflik sebagai peta
dasar pemetaan konflik. Berkaitan dengan Resolusi Konflik secara teorotis disarankan untuk
(1) memahami Teori konflik, Teori interaksionisme dan Teori Struktural Fungsional (2)
Secara konsepsi disarankan untuk Semua Un sur Muspida Daerah Kabupaten Sukabumi
untuk memahami Buku panduan penilaian kebutuhan pascakonflik atau Post Conflict Need
Assessment (PCNA) (3) Secara yuridis disarankan bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi
untuk menangani konflik Ahmadiyah mengacu pada ketentuan Pasal 39 Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik (4) Secara Praktis disarankan untuk
Meningkatkan fleksibilitas dalam struktur sistem sosial, meningkatkan kemampuan
beradaptasi serta dapat mendorong masyarakat untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi
kerukunan umat beragama dan harmonisasi sosial. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






