Detail Cantuman

Image of PELAKSANAAN TRANSPARANSI PEMERINTAHAN DAERAH DALAM PERSPEKTIF JARINGAN (Studi tentang Jaringan Antar Organisasi dalam Penyediaan Informasi Anggaran melalui Website Pemerintah Provinsi Jambi 2016)

Text  

PELAKSANAAN TRANSPARANSI PEMERINTAHAN DAERAH DALAM PERSPEKTIF JARINGAN (Studi tentang Jaringan Antar Organisasi dalam Penyediaan Informasi Anggaran melalui Website Pemerintah Provinsi Jambi 2016)


Belum terlaksananya transparansi pemerintahan secara berkualitas masih
menjadi pennasalahan di Indonesia. Pemerintah dipandang belum ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010040007441351 Ahm pPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 Ahm p/R.17.280.2
    Penerbit Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 215 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Belum terlaksananya transparansi pemerintahan secara berkualitas masih
    menjadi pennasalahan di Indonesia. Pemerintah dipandang belum transparan
    meskipun sudah mengeluarkan berbagai kebijakan keterbukaan infonnasi, salah
    satunya aksi transparansi anggaran daerah melalui website resmi masing-masing
    Pemda, tennasuk Pemerintah Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan
    perspektif jaringan yang membahas beberapa aspek penting yaitu: komposisi
    aktor, pola jaringan, dan faktor penentu efektifitas jaringan.

    Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan unit analisis seluruh
    organisasi yang terlibat dalam penyediaan infonnasi laporan anggaran melalui
    website www.jambiprov.go.id. Penentuan infonnan dilakukan secara berantai
    dengan metode snowball dimana pengumpulan data menggunakan teknik
    wawancara mendalam, pengamatan pasif, dan dokumentasi.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi aktor terdiri dari sepuluh
    organisasi yang terlibat dalam konteks Aksi Transparansi Pengelolaan Anggaran
    Daerah (TP AD) berdasarkan Intruksi Presiden. Komposisi aktor jaringan bersifat
    homogen yang seluruhnya berasal dari unsur pemerintah. Pola jaringan yang
    terbentuk adalah pola Network Administrative Organization (NAO) dengan corak
    birokratis yang menguat sehingga cenderung tertutup, berorientasi ke dalam
    disertai sentralitas yang tinggi. Adapun faktor pendukung bekerjanya jaringan
    yaitu visi bersama yang sudah jelas secara legal formal. Sementara faktor
    penghambat jaringan yaitu institusionalisasi jaringan yang terancam berhenti
    karena aksi TP AD sudah dihapuskan. Faktor penataan jaringan masih
    mengandalkan regulasi dan instruksi sehingga terkesan kaku, kurang responsif
    dan tidak partisipatif. Selain itu juga belum ada desain insentif yang memadai
    sehingga pelaksanaannya terjebak pada rutinitas administratif.

    Tipologi jaringan intra-pemerintah sebagaimana temuan penelitian ini,
    hanya akan menyajikan transparansi setengah hati karena tidak efektif bagi
    kualitas pelaksanaan transparansi pemerintahan. Strategi manajemen jaringan
    menjadi penting dilakukan untuk mentransfonnasi jaringan ke pola yang lebih
    kolaboratif antar stakeholder.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi