Detail Cantuman

Image of Kompetensi guru pembina kesiswaan dalam membentuk budaya sehat (studi kasus pada program usaha kesehatan sekolah di SMP di kota Bandung

Text  

Kompetensi guru pembina kesiswaan dalam membentuk budaya sehat (studi kasus pada program usaha kesehatan sekolah di SMP di kota Bandung


KOMPETENSI GURY PEMBINA KESISW AAN
DALAM MEMBENTUK BUDA Y A

(STUDI KASUS PAD A PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010040007434306 Yus kPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    306 Yus k/R.18.3.9
    Penerbit Fakultas Ilmu Budaya Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 226 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    306
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • KOMPETENSI GURY PEMBINA KESISW AAN
    DALAM MEMBENTUK BUDA Y A

    (STUDI KASUS PAD A PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI
    SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KOTA BAND UN G)

    ABSTRAK

    Tujuan utama penelitian ini adalah mengungkap 1) kondisi dan latar
    belakang kompetensi guru pembina kesiswaan dalam membentuk budaya sehat di
    lingkungan sekolah, 2) indikator kompetensi guru pembina kesiswaan dalam
    pembentukan lingkungan budaya sehat, 3) upaya guru pembina kesiswaan dalam
    memenuhi standar kompetensi untuk membentuk budaya sehat di lingkungan
    sekolah, dan 4) proses internalisasi pembinaan kesiswaan pada diri guru dalam
    membentuk budaya sehat di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan
    metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun objek penelitian ini
    adalah enam Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Bandung, yaitu
    SMPN 1 Bandung, SMPN 2 Bandung, SMPN 5 Bandung, SMPN 17 Bandung,
    SMPN 45 Bandung, dan SMPN 49 Bandung. Penelitian ini berkesirnpulan bahwa
    tidak adanya latar belakang pendidikan formal yang linier menjadikan guru
    pembina kesiswaan kurang memiliki kompetensi nonakademik dalam mernbentuk
    budaya sehat disekolah. Dengan pendekatan enam poin kompetensi ideal yang
    tertuang dalam Perrnendiknas RI No 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan
    Kesiswaan, kompetensi eksisting guru pembina kesiswaan perlu didukung oleh
    kompetensi pendukung yaitu pendidikan inservice yang merupakan pendidikan
    nonformal. Di samping itu, tidak adanya latar pendidikan formal mernengaruhi
    proses internalisasi pembinaan kesiswaan pada diri guru dalam membentuk
    budaya sehat yang ditinjau berdasarkan aspek (1) latar belakang keterpilihan
    sebagai guru pembina kesiswaan, (2) dilihat berdasarkan aspek budaya sehat, dan
    (3) pengaruh latar belakang keterpilihan sebagai guru pembina kesiswaan
    terhadap pembentukan budaya sehat di sekolah.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi