Detail Cantuman

Image of Model peran dukungan sosial : orang tua, guru bimbingan & konseling dan teman sebaya terhadap kematangan karir pelajar kelas XII SMAN di Kota Bandung

Text  

Model peran dukungan sosial : orang tua, guru bimbingan & konseling dan teman sebaya terhadap kematangan karir pelajar kelas XII SMAN di Kota Bandung


Pelajar SMAN kelas XII disebut matang karir bila berhasil menyelesaikan
tugas perkembangan karir berupa membuat pilihan pekerjaan tentatif, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010040007437158.3 Ver mPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 100)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    158.3 Ver m/R.19.13.3
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxv, 256 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    158.3
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pelajar SMAN kelas XII disebut matang karir bila berhasil menyelesaikan
    tugas perkembangan karir berupa membuat pilihan pekerjaan tentatif, yang diawali
    dengan mengenali minat, kemampuan dan karakter diri. Berdasarkan analisa studi
    awal ditemukan adanya persoalan yang terkait dengan pemikiran mengenai
    kematangan karir, di mana para pelajar belum berpikir tentang antisipasi masa
    depan maupun mengenali minat dirinya, Keberadaan dukungan sosial orang tua,
    guru BK dan teman sebaya diprediksi mampu berperan dalam mengembangkan
    pemikiran pelajar kelas XII SMA, sehingga dapat mengarahkan pada tercapainya
    kematangan karir,

    Disertasi ini bertujuan menghasilkan model peran dukungan sosial orang
    tua, guru BK dan teman sebaya terhadap kematangan karir. Menggunakan teori
    dukungan sosial provision dari Weiss (1974, dalam Vaux, 1988), dan teori
    kematangan karir dari Super (Crites, 1978; Sharf, 2002). Dukungan sosial yang
    akan diukur terdiri atas 4 komponen: (1) guidance, (2) reliable alliance, (3)
    reassurance of worth, dan (4) attachment; yang diprediksi menghasilkan 5 bentuk
    proses berpikir dalam kematangan karir: (1) berpikir antisipasi ke depan, (2)
    mengembangkan minat karir, (3) memahami kebutuhan dan jatidiri, (4)
    mempertimbangkan dan memutuskan alternatif pilihan, dan (5) berkomitmen
    terhadap pilihan,

    Melibatkan 1046 pelajar kelas XII SMA dari 12 SMAN kota Bandung.

    Terdiri dari 448 pelajar laki-laki dan 598 pelajar perempuan, berusia rata-rata 16.8
    tahun. Uji validitas dan reliabilitas alat ukur menggunakan confirmatory factors
    analysis (CF A), disertai dengan uji reliabilitas internal consistency. Hasil uji coba
    alat ukur menunjukkan tingkat indeks kelayakan yang memenuhi kriteria, sehingga
    alat ukur dinyatakan valid dan reliabel. Sedangkan hipotesis diuji dengan struktural
    model. Pengolahan uji coba alat ukur dan data dibantu menggunakan program
    Mplus & dan SPSS vrs 21.

    Hasil uji struktural model membuktikan bahwa dukungan sosial memiliki
    peran penting dalam membentuk kematangan karir pada pelajar kelas XII SMA
    kota Bandung. Keurutan dukungan sosial berdasarkan besarnya peran terhadap
    kematangan karir adalah orang tua, teman sebaya dan guru BK. Kedekatan emosi
    dan intensitas pertemuan menjadi faktor penyebab kondisi terse but. Disarankan
    untuk mensosialisasikan konsep kematangan karir dan dukungan sosial kepada
    pihak orang tua dan sekolah guna mendukung pencapaian kematangan karir pada
    pelajar SMA.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi