Detail Cantuman

Image of VALUASI EKONOMI PENAMBANGAN BATU ANDESIT STUDI KASUS DI KAMPUNG SUKAMELANG KELURAHAN ANDIR KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG

Text  

VALUASI EKONOMI PENAMBANGAN BATU ANDESIT STUDI KASUS DI KAMPUNG SUKAMELANG KELURAHAN ANDIR KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG


Kampung Sukamelang Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Kabupaten
Bandung memiliki potensi sumberdaya lahan yang saat ini dimanfaatkan sebagai ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700269333.7 Lae v/R.25.69Perpustakaan Pusat (REF.69)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Lae v/R.25.69
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;91 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Lae v
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kampung Sukamelang Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Kabupaten
    Bandung memiliki potensi sumberdaya lahan yang saat ini dimanfaatkan sebagai
    kawasan pertambangan andesit. Kegiatan pertambangan memberikan dampak
    positif dan negatif bagi masyarakat yang tinggal di lokasi penambangan dan
    sekitarnya, Dampak positif dan negatif ini memiliki nilai yang dapat dihitung
    melalui metode valuasi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai
    ekonomi manfaat dan kerusakan lingkungan serta menentukan pemilihan
    altematif pemanfaatan lahan pasca tambang yang memberikan nilai ekonomi.

    Metode valuasi ekonomi yang digunakan adalah metode pendekatan harga
    pasar. Metode ini digunakan untuk menentukan nilai guna langsung dan nilai guna
    tidak langsung dari kegiatan pertambangan. Biaya ganti rugi kerusakan
    lingkungan yang ditetapkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup digunakan untuk
    menghitung nilai kerusakan lingkungan.

    Penelitian dilakukan pada lahan seluas 12,7 ha. Dari hasil penelitian
    didapatkan gambaran pemanfaatan sumberdaya lahan sebagai kawasan
    pertambangan andesit yang dilakukan oleh pengusaha tambang. Hasil material
    tambang meliputi nilai jual andesit sebagai nilai manfaat langsung. Nilai manfaat
    tidak langsung berupa keberadaan warung nasi di lokasi pertambangan.

    Nilai ekonomi pemanfaatan sumberdaya lahan sebagai kawasan
    pertambangan terdiri dari nilai manfaat langsung sebesar Rp. 68.877.685.000,­
    sampai dengan masa umur tambang, Nilai manfaat tidak langsung sebesar Rp.
    2.390.473.000,- sampai dengan masa umur tambang dan biaya ganti rugi akibat
    kerusakan lingkungan sebesar Rp. 370.775.929.736,-. Sementara nilai guna
    langsung dari keberadaan lahan pasca tambang apabila dimanfaatkan sebagai
    kawasan budidaya ikan lele adalah sebesar Rp. 487.500-Rp.l.280.500,- untuk satu
    kali panen dan Rp 445.500,-/bulan apabila dimanfaatkan sebagai area
    penampungan air bagi masyarakat

    Perhitungan ganti kerugian akibat kerusakan lingkungan yang ditetapkan
    oleh Kementerian Lingkungan Hidup adalah bersifat umum bagi kegiatan
    pertambangan (golongan C) dan biaya pengganti dinilai terlalu kecil apabila
    melihat kerusakan yang ditimbulkan.

    -.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi