Skripsi
Prevalensi Abses Periapikal di Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Anak RSGM Universitas Padjadjaran Tahun 2015
Penyakit abses periapikal adalah kasus infeksi gigi yang umum terjadi. Abses periapikal berpengaruh terhadap penurunan kualitas hidup, fungsi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan PED1-419 419 617.64 Fau P Jatinangor (pedodonsia) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.64 Fau PPenerbit FKG Unpad : ., 2016 Deskripsi Fisik xiii, 49hlm; 20,1x 30cm; HardcoverBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160110120066Klasifikasi pedodontologiTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Penyakit abses periapikal adalah kasus infeksi gigi yang umum terjadi. Abses periapikal berpengaruh terhadap penurunan kualitas hidup, fungsi pengunyahan, dan rasa tidak nyaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi abses periapikal di Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Anak RSGM Universitas PadjadjaranTahun 2015.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari 831 rekam medis pasien yang datang berobat ke Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Anak pada tahun 2015.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 76 anak (9.1%) menderita abses periapikal dengan 108 gigi yang terserang. Berdasarkan jenis kelamin, abses periapikal pada laki laki 37 anak (4.5%) dan 39 anak perempuan (4.7%). Berdasarkan umur, sebanyak 14 anak berumur 10 tahun (18.4%) menempati persentase penderita tertinggi. Berdasarkan letak gigi, abses periapikal menyerang 37gigi anterior (34.3%) dan 71 gigi posterior (65,7%). Berdasarkan jenis gigi memperlihatkan 20 gigi insisif sulung (18.5%), 10 gigi kaninus sulung (9.3%), 61 gigi molar sulung (56.5%), 6 gigi insisif permanen (5.6%), 1 gigi kaninus permanen (0.9%), 10 gigi molar permanen (9.3%).
Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi abses periapikal di Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Anak pada tahun 2015 adalah 9.1%. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






