Skripsi
Gambaran Mukositis Oral pada Penderita Kanker yang Mendapat Kemoterapi Berbasis 5-FU di RS Dr. Hasan Sadikin Bandung
Mukositis oral adalah reaksi inflamasi membran mukosa mulut yang dapat terjadi pada penderita kanker akibat agen kemoterapi, termasuk agen berbasis ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan OM1-106 106 616 Fat G Jatinangor (IPM) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 616 Fat GPenerbit FKG Unpad : ., 2016 Deskripsi Fisik xiv, 66hlm; 21,5 x 30Cm;Ilus; HardcoverBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160110120041Klasifikasi Ilmu Penyakit MulutTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Mukositis oral adalah reaksi inflamasi membran mukosa mulut yang dapat terjadi pada penderita kanker akibat agen kemoterapi, termasuk agen berbasis 5-fluoroacil (5-FU). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran mukositis oral pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi berbasis 5-FU, meliputi prevalensi mukositis oral, usia, jenis kelamin, status gizi, lokasi, derajat mukositis oral dan derajat nyeri.
Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode potong lintang. Penelitian dilakukan pada 41 penderita kanker yang mendapat kemoterapi berbasis 5-FU di Instalasi Rawat Jalan dan Inap Divisi Hematologi dan Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam RS Dr.Hasan Sadikin Bandung. Data diambil melalui wawancara untuk mengetahui karakteristik penderita, menilai status gizi dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan mengukur tinggi badan dan berat badan penderita, dan pemeriksaan mukosa mulut untuk menilai gambaran klinis mukositis oral. Derajat mukositis oral dinilai dengan menggunakan National Cancer Institute�s Common Toxicity Criteria scale, dan derajat nyeri diukur dengan menggunakan Numeric Pain Intensity Rating scale.
Hasil penelitian menunjukkan mukositis oral ditemukan sebanyak 60,98% pada penderita kanker yang mendapat kemoterapi berbasis 5-FU. Mukositis oral cenderung ditemukan pada penderita kanker berjenis kelamin perempuan (56%) dengan kisaran usia 46-55 tahun (40%) dan status gizi kurus (44%). Mukositis oral seluruhnya ditemukan pada mukosa tidak berkeratin. Derajat mukositis oral yang paling sering ditemukan adalah stadium 1 (52%) dan 2 (44%) dengan derajat nyeri ringan (48%) dan sedang (32%).
Simpulan penelitian ini adalah bahwa mukositis oral akibat kemoterapi berbasis agen 5-fluoroacil banyak terjadi pada berbagai karakteristik dan status gizi penderita kanker dengan lokasi, derajat keparahan dan nyeri yang bervariasi -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






