Text
Modalitas ishi 'maksud' bahasa Jepang dan padanannya dalam bahasa Indonesia : studi struktur bentuk dan makna
Bahasa Jepang memiliki banyak variasi bentuk unsur lingual pengungkap
modalitas, baik secara leksikal maupun gramatikal. Berbeda ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010040007400 495.6 Arz m Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 400) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 495.6 Arz m/R.18.33.2Penerbit Fakultas Ilmu Budaya Unpad : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik xix, 305 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 495.6Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab Arza Aibonotika -
Bahasa Jepang memiliki banyak variasi bentuk unsur lingual pengungkap
modalitas, baik secara leksikal maupun gramatikal. Berbeda dengan bahasa
Indonesia, umumnya modalitas diungkapkan secara leksikal. Studi ini mengkaji
padanan bentuk dan makna modalitas 'maksud' (ishi no modariti) bahasa Jepang
dan bahasa Indonesia. Hasil identifikasi makna dan unsur-unsur lingual pemarkah
modalitas ishi 'maksud' bahasa Jepang dan bahasa Indonesia, selain berkontribusi
terhadap efektivitas pembelajaran, dapat digunakan untuk memberikan padanan
yang lebih akurat dalam penerjemahan bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia
atau sebaliknya. Konsep modalitas Nitta (1989, 1991) tentang subkategorisasi
penuturan-penyampaian digunakan untuk menentukan pemarkah modalitas ishi
dalam bahasa Jepang dan Indonesia. Bentuk pemarkah dianalisis berdasarkan
konsep Rickmeyer (1995) tentang perangkat morfosintaktik yaitu modal afiks,
konstruksi modal periphrastic, infleksi verba (verbal mood) dan adverbia. Untuk
proses pemadanan digunakan konsep Catford ( 1965) tentang formal
correspondence. Dengan konsep ini, suatu bentuk ungkapan bahasa sumber dapat
dipadankan ke dalam bahasa sasaran secara hierarkis dalam unit gramatikal
maupun secara kategorial. Metode yang digunakan dalam analisis adalah metode
distribusi. Data yang digunakan adalah kalimat bahasa Jepang modern dalam
pemakaian aktual khusunya pada novel, surat kabar, majalah, dan komik. Pada
kajian ini ditemukan bahwa secara mendasar bentuk infleksi mengungkapkan
'kemauan'; bentuk non-past (unmarked modality) mengungkapkan 'keakanan'
atau 'deklarasi tindakan'; dan bentuk modal periphrastic mengungkapkan
'maksud'. Selain itu juga terdapat partikel akhir berfungsi memodifikasi makna
'maksud' aktualisasi tindakan. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






