Detail Cantuman

Image of Respon terhadap ajakan oleh penutur bahasa Indonesia-Sunda dalam tiga grup facebook mahasiswa dari tiga jenjang akademik berbeda : kajian pragmatis pada data netnografi

Text  

Respon terhadap ajakan oleh penutur bahasa Indonesia-Sunda dalam tiga grup facebook mahasiswa dari tiga jenjang akademik berbeda : kajian pragmatis pada data netnografi


Disertasi ini berjudul "Respons terhadap Ajakan oleh Penutur Bahasa Indonesia­
Sunda dalam Tiga Grup Facebook Mahasiswa dari Tiga Jenjang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010040007408400 Yul rPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 400)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    400 Yul r/R.18.16.11
    Penerbit Fakultas Ilmu Budaya Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvii, 259 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    400
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Disertasi ini berjudul "Respons terhadap Ajakan oleh Penutur Bahasa Indonesia­
    Sunda dalam Tiga Grup Facebook Mahasiswa dari Tiga Jenjang Akademik
    Berbeda: Kajian Pragmatis pada Data Netnografi". Penelitian ini mengkaji ajakan
    dan responsnya pada komunikasi daring ditinjau dari pragmatik yang difokuskan
    pada (1) proses ajakan; (2) bentuk tuturan dan strategi ajakan; (3) respons
    terhadap ajakan; dan (4) bentuk tuturan dan jenis strategi negosiasi pada proses
    ajakan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode etnografi
    melalui Internet atau netnografi, yang mengadaptasi teknik-teknik penelitian
    etnografi menjadi penelitian terhadap budaya dan komunitas daring. Hasil
    penelitian menunjukkan bahwa (1) ajakan dibagi menjadi dua jenis, yaitu
    ajakan nyata dan ajakan arnbigu. Kemudian proses ajakan diawali dengan aksi
    inisiasi yang berupa ajakan maupunfelicity conditions; diikuti respons terhadap
    ajakan yang melibatkan negosiasi; dan berakhir dengan dua jenis hasil akhir,
    yaitu adanya kesepakatan dan tidak adanya kesepakatan; (2) ditemukan enam
    strategi ajakan yang diberikan oleh inisiator, yaitu (a) imperatif, (b) formula
    menyarankan, (c) kesediaan, (d) kemampuan, (e) isyarat kuat, dan (f) isyarat
    halus. Strategi ajakan yang paling banyak digunakan oleh inisiator dalam ajakan
    nyata adalah formula menyarankan, kesediaan, dan kemampuan; sementara
    strategi ajakan yang paling banyak digunakan pada ajakan ambigu adalah
    imperatif. Kemudian, bentuk tuturan ajakan yang paling banyak ditemukan pada
    ajakan nyata adalah interogatif; dan pada ajakan ambigu terdapat keseimbangan
    antara bentuk tuturan yang digunakan, yaitu deklaratif dan interogatif; (3) respons
    terhadap ajakan terbagi menjadi tiga, yaitu (a) penerimaan, (b) penolakan parsial,
    dan (c) penolakan penuh; serta (4) negosiasi digunakan baik sebagai respons
    terhadap ajakan maupun respons terhadap penolakan ajakan, dan ditemukan
    sembilan jenis negosiasi, yaitu (a) rekomendasi, (b) perintah, (c) komitmen, (d)
    pengakuan diri, (e) peringatan, (f) seruan normatif positif, (g) janji, (h) alternatif,
    dan (i) pemberitahuan. Bentuk tuturan dari negosiasi yang paling banyak
    ditemukan pad a data adalah deklaratif. Penelitian ini menunjukkan bahwa data
    yang diambil dari percakapan daring lebih alami dibandingkan dengan discourse
    completion task, kuesioner, dan simulasi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi