Detail Cantuman

Image of HUBUNGAN TINGKAT KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN DERAJAT DEPRESI PADA LANSIA DI BALAI PERLINDUNGAN SOSIAL TRESNA WERDHA CIPARAY PROVINSI JAWA BARAT

Text  

HUBUNGAN TINGKAT KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN DERAJAT DEPRESI PADA LANSIA DI BALAI PERLINDUNGAN SOSIAL TRESNA WERDHA CIPARAY PROVINSI JAWA BARAT


HUBUNGAN TINGKAT KESEJAHTERAAN SPIRITUAL
DENGAN DERAJAT DEPRESI PADA LANSIA DI BALAI
PERLINDUNGAN SOSIAL TRESNA WERDHA

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008054610.73 Khr h/R.22.123.1Perpustakaan Pusat (REF.22.123.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Khr h/R.22.123.1
    Penerbit Fakultas Keperawatan Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 78 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • HUBUNGAN TINGKAT KESEJAHTERAAN SPIRITUAL
    DENGAN DERAJAT DEPRESI PADA LANSIA DI BALAI
    PERLINDUNGAN SOSIAL TRESNA WERDHA
    CIPARAY PROVINSIJAWABARAT

    Abstrak

    Depresi sering terjadi pada lansia di panti. Faktor yang menyebabkan
    terjadinya depresi pada lansia diantaranya menurunnya kemampuan fisik, kehilangan
    pasangan, kesepian. Salah satu pendekatan untuk mengatasi depresi pad a lansia
    adalah dengan pendekatan spiritual. Pendekatan spiritual bagi lansia memiliki tujuan
    memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam berhubungan dengan Tuhan.
    Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual dengan
    depresi pada lansia

    Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan
    pendekatan korelasional dilakukan secara potong lintang, Populasi pad a penelitian
    ini adalah lansia di BPTSW Ciparay Teknik pengambilan sampel dengan total
    sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini 129 responden.. Uji Korelasi
    menggunakan Uji Spearman. Kuisioner untuk mengukur tingkat kesejahteraan
    menggunakan spiritual well being scale (SWBS), dan untuk mengukur depresi
    menggunaka Geriatric Depression Scale 15 (GDS-15)

    Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 129 responden yang diteliti,
    tidak depresi 40,3%, depresi ringan 42.6%, depresi sedang 16.3 %, dan depresi berat
    0.8 %. Sedangkan tingkat kesejahteraan spiritual 59.7 % tinggi, 31.0 % sedang, dan
    9.3 % rendah. Dari hasil uji korelasi terdapat hubungan yang signifikan antara
    kesejahteraan spiritul dengan derajat depresi pada lansia (p value = 0.000) dengan
    korelasi sedang(-0.595).

    Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa semakin tinggi kesejahteraan
    spiritual lansia maka semakin rendah tingkat depresi lansia tersebut. Diharapkan
    pihak panti mampu mempertahankan dan Iebih meningkatkan kegiatan spiritual bagi
    para lansia untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya. Sehingga lansia diharapkan
    dapat mengatasi masalah yang dihadapi serta terhindar dari depresi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi