Detail Cantuman

Image of STUDI KASUS MENGENAI EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENINGKATKAN SELF-EFFICACY INDIVIDU KORBAN KEKERASAN DALAM PACARAN

Text  

STUDI KASUS MENGENAI EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENINGKATKAN SELF-EFFICACY INDIVIDU KORBAN KEKERASAN DALAM PACARAN


Judul: Studi Kasus Mengenai Efektivitas Cognitive Behavior Therapy (CBT)
Untuk Meningkatkan Self-efficacy Individu Korban Kekerasan DaJam

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008055155.6 Vin s/R.19.108.1Perpustakaan Pusat (REF.19.108.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.6 Vin s/R.19.108.1
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 213 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.6
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Judul: Studi Kasus Mengenai Efektivitas Cognitive Behavior Therapy (CBT)
    Untuk Meningkatkan Self-efficacy Individu Korban Kekerasan DaJam
    Pacaran. Vinna Ramadbany Sy 190420140038. Kustimab, S.Psi, M.Psi. Dr.
    Zainal Abidin, M.Si. Program Magister PsikoJogi Profesi Universitas
    Padjadjaran.2017.

    Kekerasan dalam pacaran merupakan kejadian yang menyebabkan
    gangguan psikoJogis utama dari pengaJaman trauma seperti kekerasan fisik,
    seksual, dan kekerasan psikologis. Akibat atau dampak kekerasan kadang tidak
    terlihat secara nyata, namun potensi bahaya seringkali meningkatkan perasaan
    terancam pada korban dan berpengaruh besar pada kemampuannya untuk
    berfungsi secara optimal. Keyakinan diri korban kekerasan untuk dapat
    mengurangi dampak negatif kekerasan sehingga bisa berfungsi secara optimal
    disebut dengan self-efficacy. Tujuan dari penelitian ini adaJah untuk memperoJeh
    gambaran efektivitas Cognitive behavior therapy dalam meningkatkan self­
    efficacy korban kekerasan daJam pacaran, sehingga membantu mengurangi
    dampak kekerasan dalam pacaran yang pemah dialami. Cognitive behavior
    therapy terbukti mampu meningkatkan self-efficacy namun perlu diteliti untuk
    mengetahui efektivitasnya daJam peningkatan self-efficacy korban kekerasan
    dalam pacaran di Indonesia.

    Desain penelitian yang digunakan adalah Case Study. Subjek dalam
    penelitian ini adalah 3 orang perempuan, berusia 21-23 tahun yang mengalami
    kekerasan dalam pacaran dan diperoleh dengan Purposive Sampling. Cognitive
    behavior therapy diberikan sebanyak enam sesi. Data diperoleh dengan
    menggunakan kuesioner Self-efficacy pada korban kekerasan dalam pacaran yang
    dikembangkan berdasarkan ciri-ciri individu yang dapat mengurangi dampak
    negatif kekerasan menurut Dugan Hock (1992), metode wawancara, dan
    observasi.

    Hasil penelitian menunjukkan Cognitive behavior therapy efektif
    meningkatkan self-efficacy pada korban kekerasan dalam pacaran. Perubahan
    terlihat dari peningkatan skor total dan skor perkategori dari self-efficacy ketiga
    partisipan. Dua partisipan mengalami perubahan kategori dari kategori sedang
    (pl=205 dan P3=241) menjadi kategori tinggi (pl=310 dan P3=283) sedangkan
    P2 tidak mengalami perubahan kategori, baik sebelum dan sesudah terapi tetap
    berada pada kategori tinggi yaitu dari skor 282 menjadi skor 348. Penelitian ini
    menemukan bahwa perubahan terbesar terjadi pada kategori self-worth dan
    connecting to other. Perubahan terjadi karena partisipan mampu mengidentifikasi
    pikiran-pikiran yang tidak tepat seperti meniJai diri serba kekurangan dan salah,
    mampu menemukan pikiran altematif yaitu melihat sisi positif dari diri, sehingga
    membantu dalam mencapai emosi yang lebih stabil dan perilaku yang lebih tepat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi