Text
Pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pasien dengan gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD R Syamsudin,SH Kota Sukabumi
Gangguan tidur sering terjadi pada pasien dengan gaga I ginjal
kronis yang menajalani hemodialisis. Relaksasi otot progresif berpotensi
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030008067 610.73 Ady p/R.22.41.3 Perpustakaan Pusat (REF.22.41.3) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610.73 Ady p/R.22.41.3Penerbit Fakultas Keperawatan Unpad : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xvi, 79 hlm. ; ill. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610.73Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab ADY WALUYA -
Gangguan tidur sering terjadi pada pasien dengan gaga I ginjal
kronis yang menajalani hemodialisis. Relaksasi otot progresif berpotensi
memperbaiki kualitas tidur pasien hemodialisis. Penelitian sebelumnya
relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap kualitas tidur pasien
hemodialisis namun tanpa menggunakan kelompok kontrol. Sehingga
dianggap perlu untuk melakukan penelitian dengan menggunakan
kelompok kotrol dan intervensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
adanya pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pada
pasien dengan gagal ginla kronis yang menjalani hemodialisis
Metode penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan
pre-test and post-test with control group design. Responden dalam
penelitian 44 responden. masing-rnasing 22 responden kelompok
intervensi dan kontrol. Relaksasi otot progresif pada kelompok
intervensi sebanyak 8 kali, adapun kelompok kontrol diberikan
perlakuan standar oprasional ruang hemodialisis untuk mengatasi
gangguan tidur. Kualitas tidur responden diukur menggunakan PSQI
sebanyak dua kali pengukuran Data yang terkumpul di analisis
menggunakan analisis deskriptif dan uji t dengan derajat kemaknaan p
0,05). Terdapat perbedaan skor kualitas tidur pada kelompok intervensi
sebelum dan sesudah diberikan relaksasi otot progresif (p < _ 0,001), skor
kualitas tidur yang lebih rendah pada kelompok intervensi menunjukan
adanya perbaikan kualitas tidur. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak
terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah (p > 0,05),skor
kualitas tidur yang lebih tinggi pada kelompok kontrol menunjukan
tidak adanya perbaikan kualitas tidur pada kelompok kontrol.
Penelitian ini mengindikasikan adanya efek dari relaksasi : otot
progresif terhadap perbaikan kualitas tidur. Hal ini dapat menjadi bahan
pertimbar.gan bagi praktisi keperawatan guna memperbaiki kualitas
tidur pasien dengan gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






