Text
GERAKAN POLITIK DUKUNG KOTAK KOSONG DALAM PILKADA DENGAN CALON TUNGGAL (STUDI TERHADAP ALIANSI KAWAL DEMOKRASI PILKADA DI KABUPATEN PATI TAHUN 2017)
Penelitian ini membahas mengenai gerakan politik dukung kotak kosong
dalam pilkada dengan calon tunggal dengan fokus terhadap Aliansi Kawal ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030008072 324.659 826 64 Suc g Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300 REF.17.83.6) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 324.659 826 64 Suc g/R.17.83.6Penerbit Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xiv, 153 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 324.659 826 64Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab SUCIPUSPASARI MEIRINANTI -
Penelitian ini membahas mengenai gerakan politik dukung kotak kosong
dalam pilkada dengan calon tunggal dengan fokus terhadap Aliansi Kawal
Demokrasi Pilkada di Kabupaten Pati tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan menjelaskan properti dasar, mekanisme mobilisasi, dan
strategi dari Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada Patio
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
sehingga diharapkan dapat menggambarkan fenomena gerakan dukung kotak
kosong yang ada di Kabupaten Patio Data yang dianalisis diambil dengan
menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Kemudian untuk mengetahui
tingkat akurasi dari hasil penelitian tersebut, dilakukan pengujian keabsahan data
dengan menggunakan triangulasi.
Setelah dilakukan penelitian di lapangan maka hasil yang didapatkan adalah
Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada Pati memiliki empat properti dasar yaitu
tantangan kolektif, tujuan bersama, solidaritas sosial, dan memelihara politik
perlawanan. Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada Pati melakukan tiga mekanisme
mobilisasi yaitu kampanye, koalisi, dan persebaran. Aliansi Kawal Demokrasi
Pilkada Pati menggunakan dua strategi dalam mengatasi pertentangan, yaitu
membuat hubungan antara hal yang cenderung dianggap buruk dengan gagasan
yang lebih dapat diterima dan dihargai sehingga mengubah konotasi negatif
menjadi positif serta menghubungkan pesan yang berlawanan dengan gagasan yang
lebih besar. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






