Detail Cantuman

Image of PEMISAHAN DISPROSIUM DARI UNSUR TANAH JARANG (UTJ) (Dy-Sm DAN Dy-Eu) MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI PELARUT DENGAN LIGAN DIHEKSILDITIOKARBAMAT (DHDTK)

Text  

PEMISAHAN DISPROSIUM DARI UNSUR TANAH JARANG (UTJ) (Dy-Sm DAN Dy-Eu) MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI PELARUT DENGAN LIGAN DIHEKSILDITIOKARBAMAT (DHDTK)


Disprosium merupakan salah satu Unsur Tanah Jarang (UTl) yang banyak diaplikasikan untuk
teknologi, saat ini dan merupakan bahan baku pada ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008078540 Agu p/R.14.134.1Perpustakaan Pusat (REF.14.134.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    540 Agu p/R.14.134.1
    Penerbit Fakultas MIPA UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi, 58 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    540 Agu p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Disprosium merupakan salah satu Unsur Tanah Jarang (UTl) yang banyak diaplikasikan untuk
    teknologi, saat ini dan merupakan bahan baku pada pembuatan contrast agent. Oleh karenanya
    diperlukan metode pemisahan unsur disprosium dari minerainya yang efektif dan efisien.
    Pad a penelitian ini dilakukan simulasi ekstraksi terhadap logam Disprosium dari
    campurannya Samarium dan Europium dengan menggunakan metode ekstraksi pelarut oleh
    ligan diheksilditiokarbamat (DHDTK). Ligan DHDTK sampai saat ini umumnya hanya
    digunakan untuk ekstraksi unsur-unsur logam transisi. Pada sintesis ligan
    diheksilditiokarbamat digunakan peralatan khusus yaitu line-Schlenk. Prinsip kerja alat tersebut
    adalah pengkondisian vakum yang dibantu dengan penggunaan nitrogen cair, selanjutnya dilakukan
    pengaliran gas nitrogen se lama sintesis. Setelah ligan terse but berhasil di sintesis selanjutnya ligan
    tersebut digunakan untuk proses ekstraksi. Larutan disprosium dimasukkan ke gelas kirnia
    ditambahkan buffer pada masing-masing pH 2,3,4 dan 5, kemudian ditambahkan ligan DHDTK
    dalam pelarut Etanol dan pelarut n-heksan, dengan perbandingan volume logam
    disprosium:DHDTK dalam Etanol:n-Heksan adalah 1: 1 :2, dengan perbandingan mol logam dan
    ligan adalah 1:3. Carnpuran ini kemudian diaduk selama 15 menit dipindahkan ke corong pisah
    lalu didiamkan selama 5 menit, lalu dipisahkan fase organik dan air dan fase air dianalisis dengan
    ICP-OES .. Pada penelitian ini diharapkan ligan DHDTK dapat digunakan untuk mengekstraksi
    disprosium dari Unsur Tanah Jarang (UTl). Dari hasil penelitian didapatkan efisiensi ekstraksi (%E)
    carnpuran disprosium-samarium, disprosium sebesar 81,15% dan faktor pemisahannya (a) 4,021,
    selanjutnya hasil stripping (%S) sebesar 81,78%, % rendemen sebesar 81,49% sedangkan persen
    ekstraksi (%E) campuran disprosium-Europium, disprosium sebesar 85,33%, dan faktor
    pemisahannya (a) 2,398, selanjutnya hasil stripping (%S) 85,55%, adapun kemurnian (%
    Rendemen)sebesar 85,33%.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi