Detail Cantuman

Image of STUDI INSILICO FLAVONOID DARI TUMBUHAN SAMBUNG NYAWA (GYNURA PROCUMBENS) TERHADAP PROTEIN TARGET SITOKROM P450 1A2 (CYP1A2) MENGGUNAKAN PENDEKATAN BERBASIS STRUKTUR

Text  

STUDI INSILICO FLAVONOID DARI TUMBUHAN SAMBUNG NYAWA (GYNURA PROCUMBENS) TERHADAP PROTEIN TARGET SITOKROM P450 1A2 (CYP1A2) MENGGUNAKAN PENDEKATAN BERBASIS STRUKTUR


Flavonoid yang terkandung dalam tumbuhan sambung nyawa secara eksperimen
di laboratoriurn memiliki aktivitas kemopreventif, salah satunya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008080572 Ris s/R.14.182.1Perpustakaan Pusat (REF.14.182.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    572 Ris s/R.14.182.1
    Penerbit Fakultas MIPA UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 106 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    572 Ris s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Flavonoid yang terkandung dalam tumbuhan sambung nyawa secara eksperimen
    di laboratoriurn memiliki aktivitas kemopreventif, salah satunya melalui inhibisi
    terhadap aktivitas enzim CYPIA2 sehingga dapat menghambat metabolisme
    senyawa prokarsinogen menjadi karsinogen aktif pemicu kanker yang dimediasi
    oleh enzirn ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ligan uji kuersetin,
    mirisetin, rutin, astragalin dan kaempferol dari turnbuhan sambung nyawa yang
    memiliki potensi sebagai inhibitor CYPIA2 ditinjau dari score energi bebas
    ikatan(~G), ICso prediksi hasil penambatan dan hubungan struktur-aktivitas ligan
    uji berdasarkan profil interaksi dalam sisi aktif CYP 1 A2. Metode yang digunakan
    adalah penarnbatan molekul menggunakan software Autodock Vina. Hasil
    analisis rnenunjukan bahwa ada hubungan struktur-aktivitas ligan uji terhadap
    inhibisinya pada enzim CYPIA2, di mana jurnlah gugus OH pada cincin B dan
    ikatan glikosida pada atom C-3 mempengaruhi afinitas pengikatan. Kaempferol
    dengan jurnlah gugus OH pada cincin B lebih sedikit dan tidak memiliki ikatan
    glikosida pada atom C-3, memberikan aktivitas penghambatan yang lebih kuat
    (~G = -10,6 kcallmol; ICso prediksi = 77,6 J.lM) dibandingkan dengan ligan uji
    kuersetin, mirisetin, rutin dan astragalin, sehingga kaempferol dapat dijadikan
    kandidat senyawa penuntun untuk desain obat penghambat aktivitas enzim
    CYPIA2.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi