Text
Kisah silsilah leluhur luragung : edisi teks dan terjemahan
Penelitian ini berjuduI Babnd Luragung "Kisali dan Silsilah Leluhur
Luragung": Edisi Teks dan Terjemahan. Teks naskah Babad Luragung ini ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030008022 400 Rah k/R.18.98.1 Perpustakaan Pusat (REF.18.98.1) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 400 Rah k/R.18.98.1Penerbit Fakultas Ilmu Budaya Unpad : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik ix, 86 hlm. ; il. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 400 Rah kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab Rahmat -
Penelitian ini berjuduI Babnd Luragung "Kisali dan Silsilah Leluhur
Luragung": Edisi Teks dan Terjemahan. Teks naskah Babad Luragung ini secara
umum mengisahkan sejarah para Ieluhur Luragung yang berhubungan dengan
Kuningan, Talaga, dan Cirebon.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu buah naskah
Bunga Rampai yang menggunakan aksara Pegon, berbahasa Sunda, Jawa dan
Arab, berbentuk prosa dengan tebaI naskah 272 halaman. Naskah ini diperoleh
dari keluarganya Muhamrnad Arifin. mantan Sekertaris Desa Luragung. Adapun
teks naskah Bunga Rampai ini yang dieciisi oleh peneliti hanya salah satu judul
yang berjudul Babad Luragung.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif ana!isis,
sedangkan metode kajiannya adalah edisi naskah tunggal (codex uniqus) dengan
rnemakai metode edisi standar. Teori yang dijaclikan acuan rnerupakan teori atau
pendapat yang relevan dengan masalah yang dikaji. Untuk mengkaji naskah, teks,
transliterasi, edisi teks digunakan teori Baried, dkk, (1985). Mengenai kasus salah
tulis digunakan teori Reynolds dan Wilson (dalam Suryani, 2011); serta sebagai
tolak ukur atau parameter yang digunakan untuk menilai keempat kategori salah
tulis, yaitu pola metrum, tataran gramatikal, unsur leksikon dan prinsip lectio
difficilior 'bacaan yang sulit' menggunakan teori Robson (1994); untuk patokan
pupuh menggunakan teori Salmun (1957); dan untuk terjemahan digunakan teori
Catfort (dalam Dj aj asud al111 a, 1998) dan Hoed (2006) berdasarkan kualitas
terjemahannya; untuk kajian sastra menggunakan teori struktural dan reseptif
dalam Teeuw (1984).
Hasil identifikasi naskah menunjukkan bahwa teks Babad Luragung yang
diteliti merupakan Naskah Sunda Lama dari hasil kepustakaan Pesantren,
berbahasa Jawa (dialek Cirebon) yang direkam ke dalam aksara Pegon. Bentuk
bentuk penyimpangan yang ditemukan dalam penyalinan naskah Babad Luragung
ini meliputi: substitusi 36,8%, omisi 36,8%, adisi 21, I %, dan transposisi 5,3%.
Dengan demikian, kasus salah tulis yang terbesar tercJapat dalam kasus substitusi
dan omisi yang menunjukan bahwa penyalin membiarkan keutuhan kata-kata.
Sedangkan kasus terkecil yakni kasus transposisi menunjukan penyalin tidak
memiliki kepentingan untuk merubah atau mengganti tipologi sistem kebahasaan
yang akan menjacJikan perubahan redaksional teks naskah BL. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






