<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="56649">
 <titleInfo>
  <title>KUASA PEREMPUAN BURUH INDUSTRI BULU MATA PALSU (Kajian Etnografi di Desa Pasunggingan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga-Jawa Tengah)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurlaili Khikmawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvi, 198 hlm. ; ill. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tesis ini mengenai perempuan buruh industri bulu mata palsu dan &#13;
kuasanya di dalam ruang pabrik, domestik, dan sosial. Sampai saat ini, kajian &#13;
tentang perempuan buruh tetap menarik karena peran domestik yang melekat &#13;
membuat perempuan memiliki peran ganda yang berbeda dengan buruh laki-Iaki. &#13;
Selain itu, penempatan perempuan dalam wilayah domestik membuat &quot;buruh&quot; &#13;
menjadi pekerjaan yang invisible karena diperhitungkan sebagai kerja sampingan &#13;
dan tidak selalu dihitung secara statistik. Penelitian tentang perempuan dalam &#13;
keluarga dan industri juga menjadi kajian yang menarik karena keluarga dan &#13;
pabrik merupakan dua tempat aktualisasi diri perempuan yang saling &#13;
mempengaruhi. &#13;
&#13;
Penelitian ini membatasi pengertian kuasa sebagai kemampuan perempuan &#13;
dalam melakukan sesuatu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian &#13;
kualitatif dengan pendekatan etnografi. Etnografi ini menggali data melalui &#13;
observasi partispatif dan wawancara mendalam terhadap empat keluarga &#13;
perempuan buruh di Desa Pasunggingan, Purbalingga. Data penelitian kemudian &#13;
dianalisis menggunakan Analisis Gender Model Harvard yang secara khusus &#13;
melihat pembagian kerja di dalam keluarga, akses dan kontrol perempuan &#13;
terhadap barang berharga dan proses pengambilan keputusan. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa masuknya pabrik bulu mata &#13;
palsu dalam kehidupan masyarakat Pasunggingan membawa perubahan pada pola &#13;
hidup masyarakatnya, khususnya perempuan buruh dan keluarganya. Pabrik &#13;
menarik perempuan dari pertanian dan perantauan melalui tawaran sistem kerja &#13;
tanpa seleksi dan upah yang rutin. Pabrik bulu mata palsu kemudian menjadi &#13;
ruang perempuan membangun jaringan sosial dan ekonomi. Dampaknya, modal &#13;
sosial dan ekonomi yang perempuan bangun dari pabrik menjadi modal &#13;
perempuan dalam membangun kekuatan di wilayah domestik. &#13;
&#13;
Hal lain yang terjadi pada pola hidup masyarakat Pasunggingan setelah &#13;
perempuan masuk ke dalam pabrik adalah terbukanya rumah tangga ke dalam &#13;
ruang yang lebih luas. Perempuan menjalankan fungsi reproduksi dengan &#13;
melibatkan orang lain di luar anggota rumah tangga dengan membawa pekerjaan &#13;
domestik ke dalam pabrik. Perempuan juga melibatkan orang lain di luar keluarga &#13;
dalam menjalankan fungsi keluarga khususnya fungsi pendidikan dan sosialisasi &#13;
kepada anak. Hal ini terjadi karena nilai budaya dan agama masyarakat &#13;
melekatkan pekerjaan domestik sebagai tanggung jawab perempuan (perempuan &#13;
tidak dapat menarik laki-Iaki ke dalam wilayah domestik). Selain itu, penghasilan &#13;
perempuan dari pabrik menempatkan perempuan sebagai penopang ekonomi &#13;
keluarga dan menempatkan perempuan dalam posisi yang penting pada setiap &#13;
pengambilan keputusan di dalam keluarga. Penghasilan perempuan dari pabrik &#13;
juga membuat perempuan memiliki kemampuan membayar dana sosial dalam &#13;
kegiatan sosial masyarakat sehingga esksitensi keluarga dalam lingkup sosial &#13;
dapat terjaga.</note>
 <note type="statement of responsibility">Nurlaili Khikmawati</note>
 <subject authority="">
  <topic>Ilmu Antropologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>perempuan, buruh, domestik, kuasa.</topic>
 </subject>
 <classification>301</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>301 Nur k/R.17.8.3</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008026</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)</sublocation>
    <shelfLocator>301 Nur k</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>56649</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-11-16 15:49:35</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-06 07:39:34</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>