Detail Cantuman

Image of Perempuan Dayak Benawan: Kedudukan dalam Struktur Sosial

Text  

Perempuan Dayak Benawan: Kedudukan dalam Struktur Sosial


NIKODEMUS NIKO. 170320150001. Aktivitas perempuan Dayak Benawan
dengan berladang, berkebun, dan segala aktivitas mencari nafkah lainnya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008027301 Nik pPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 300 REF.17.8.4)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 Nik p/R.17.8.4
    Penerbit Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 156 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • NIKODEMUS NIKO. 170320150001. Aktivitas perempuan Dayak Benawan
    dengan berladang, berkebun, dan segala aktivitas mencari nafkah lainnya dilakukan
    mengandalkan alam, Perempuan Dayak Benawan ditempatkan pada posisi sebagai
    pelengkap laki-laki di dalam keluarga, lembaga adat, dan lembaga desa. Tidak
    adanya akses bagi perempuan untuk menjadi penentu arah kebijakan berimbas
    kepada adanya struktur pembagian kerja gender yang tidak adil.

    Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan penyajian data
    deskriptif. Teknik pengumpulan data lapangan dengan cara wawancara dan
    observasi data yang terkumpul dan telah dikategorikan kemudian dikomfirmasi
    kembali kepada informan. Pengumpulan data juga berupa data sekunder dari
    berbagai sumber referensi seperti buku, dokumen dari kantor desa dan j urnal ilmiah.

    Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa po si si perempuan suku Dayak Benawan
    lebih banyak berperan pada sektor domestik pada struktur sosial. Sementara posisi
    laki-laki, menjadi yang utama pada setiap lapisan struktur, seperti pada keluarga,
    lembaga adat dan lembaga pemerintahan desa. Adanya pembagian kerja gender
    yang terjadi dikarenakan masih adanya tradisi lokal yang dipercayai masyarakat.
    Masih berlakunya tradisi lokal terindikasi menjadi pelemahan posisi perempuan
    secara politis. Hal ini juga merupakan jalan pelanggengan budaya patriarki pada
    masyarakat Dayak Benawan. Sehingga, dalam berbagai sektor kebijakan,
    perempuan tidak pemah dilibatkan.

    Ketidakadilan gender yang terjadi pada masyarakat Dayak Benawan dalam struktur
    sosial yaitu tidak adanya akses bagi perempuan untuk berpartisipasi sama dengan
    laki-laki. Kedudukan perempuan tidak setara dengan laki-laki di dalarn masyarakat.
    Laki-laki mendominasi keputusan adat, kebijakan desa dan kebijakan rumah
    tangga.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi