Detail Cantuman

Image of TRADISI UPACARA ADAT HULUWOTAN DI DESA MEKARSARI KECAMATAN PASIRJAMBU KABUPATEN BANDUNG

Text  

TRADISI UPACARA ADAT HULUWOTAN DI DESA MEKARSARI KECAMATAN PASIRJAMBU KABUPATEN BANDUNG


Tesis ini membahas tentang upacara huluwotan di Desa Mekarsari Kabupaten
Bandung. Upacara huluwotan atau dalam bahasa 'lokal disebut hajat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008048392.598 2431 Nin tPerpustakaan Pusat (Reference Kls. 300)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    392.598 2431 Nin t/R.17.202.1
    Penerbit Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xi, 93 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    392.598 2431
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tesis ini membahas tentang upacara huluwotan di Desa Mekarsari Kabupaten
    Bandung. Upacara huluwotan atau dalam bahasa 'lokal disebut hajat huluwotan
    merupakan salah satu tradisi yang berkembang di Tanah Sunda, khususnya di
    beberapa wilayah yang secara geografis berada di wilayah pegunungan. Di antara
    wilayah tersebut, hajat huluwotan atau upacara huluwotan merupakan kegiatan ritual
    yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali, tepatnya setiap bulan silih mulud atau
    bulan Rabi'ul Akhir dalam kalender Islam. Kegiatan ini merupakan tradisi
    masyarakat Gambung yang sudah turun temurun. Upacara ini mernpakan satu bentuk
    cacarekan atau nazar (hajat) leluhur, yang pada saat itu masyarakat Kampung
    Gambung kesulitan air bersih. Kampung Gambung terletak di wilayah pegunungan
    bagian selatan Bandung, tepatnya di antara Gunung Tilu dan Gunung Geulis, yang
    secara administratif masuk dalam Desa Mekarsari, Kecamatan Pasir Jambu,
    Kabupaten Bandung. Penelitian tentang upacara huluwotan dikaji dengan
    menggunakan teori teori komodifikasi. Melalui teori komodifikasi, upacara
    huluwotan dipandang sebagai komoditas yang dibentuk melalui kepentingan ekonomi
    dan politik, terlepas dari nilai positif dan negatif yang ditimbulkan.

    Penelitian ini didesain dengan metode kualitatif. Metode ini melibatkan
    peneliti dalam pengalaman secara langsung dengan informan di lapangan, serta
    desain pengumpulan data yang memberikan ruang lebih bagi informan. Informan
    dipilih melalui purposeful sampling dengan unit analisis warga masyarakat Desa
    Mekarsari.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara huluwotan mengalami
    komodifikasi melalui program Desa Wisata yang berdampak pada dinamika ekonomi
    dan politik di Desa Mekarsari. Dampak ekonomi terlihat pada orientasi upacara adat
    yang dikembangkan menjadi komoditas wisata sehingga tatacara ritual berkembang
    dan pendanaan acara setidaknya ikut juga berubah menjadi sponsorship pernsahaan.
    Sedangkan dampak politik teilihat pada saat pengelolaan upacara huluwotan menjadi
    tanggung jawab Kepala Desa. Kekuasaan untuk menunjuk pemimpin adat upacara
    huluwotan ada pada Kepala Desa.

    Dinamika ekonomi dan politik terse but turnt menghasilkan pemaknaan barn di
    kalangan masyarakat karena pemimpin adat saat ini merekonstruksi sejarah dan
    simbol upacara 'huluwotan sehingga menimbulkan kontra dari pemimpin adat
    sebelumnya. Kendati demikian, pemaknaan baru tersebutlah yang melengkapi
    keunikan upacara huluwotan untuk menjadi komoditas wisata sehingga upacara
    huluwotan terus bertahan dan berkembang di Desa Mekarsari.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi