<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="56479">
 <titleInfo>
  <title>Efektivitas pengadilan perikanan dalam pemberantasan IUU Fishing berkaitan dengan kewajiban Indonesia sebagai anggota Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) dan conservation for the convention of southern bluefin tuna (CCSBT)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Welly Angela Riry</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>fakultas hukum Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xx, 157 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan negara yang memiliki posisi yang strategis &#13;
dengan wilayah laut yang sangat luas sehingga sering terjadi tindakan &#13;
Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing sehingga mendorong &#13;
Indonesia berupaya dalam menjaga wilayah lautnya. Indonesia sebagai &#13;
salah satu negara anggota dari Regional Management Fisheries &#13;
Organization (RMFO) yaitu Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) dan &#13;
Commission for the Conservation Southern Blufien Tuna (CCSBT) &#13;
memiliki kewajiban, yaitu: menjamin kegiatan yang dilakukan agar sesuai &#13;
dengan aturan di negaranya, termasuk pemberlakuan sanksi yang &#13;
memadai dan yang mungkin diperlukan untuk membuat efektif ketentuan­ &#13;
ketentuan dalam persetujuan yang akan mengikat anggota. Melalui &#13;
Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dibentuklah &#13;
pengadilan perikanan yang berwenang memeriksa, mengadili, dan &#13;
memutus tindakan IUU Fishing dan tindak pidana perikanan lainnya. &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan memahami cara dan &#13;
mekanisme pengadilan perikanan dalam menjalankan fungsinya &#13;
memberantas IUU Fishing, yang mana juga berkaitan dengan kewajiban &#13;
Indonesia sebagai anggota RFMO yaitu IOTC dan CCSBT. Penelitian ini &#13;
menggunakan metodeyuridisnormatifdenganspesifikasi deskriptif analitis. &#13;
Penelitian yang dikaji menggunakan studi kepustakaan yang dilengkapi &#13;
dengan pengumpulan data dari hasil wawancara dengan instansi-instansi &#13;
terkait untuk mendapatkan bahan yang lebih lengkap dan akurat. &#13;
Kemudian, seluruh data yang terhimpun dianalisis kemudian hasil yang &#13;
ditemukan akan disimpulkan secara normatif kualitatif. &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, keefektifan pengadilan perikanan &#13;
dalam upaya pemberantasan tindakan IUU Fishing di Indonesia juga &#13;
berkaitan dengan kewajiban Indonesia sebagai anggota IOTC dan CCSBT &#13;
belum maksimal dikarenakan berbagai faktor yang mempengaruhi. Faktor­ &#13;
faktor tersebut antara lain: (i) kurangnya aparat penegak hukum yang &#13;
berkompeten dan yang memahami hukum laut dan perikanan, (ii) jangka &#13;
waktu dalam menyelesaikan perkara yang dinilai terlalu singkat sehingga &#13;
membuat terdakwa mendapat hukuman yang sangat ringan, (iii) ketiadaan &#13;
penerjemah menjadi hambatan karena mengingat banyaknya pelaku IUU &#13;
Fishing adalah warga negara asing. Selain itu, adanya tumpang tindih &#13;
dalam pelaksanaan penegakan hukum perikanan karena banyaknya &#13;
lembaga/badan yang diberikan kewenangan untuk melakukan penegakan &#13;
hukum di bidang perikanan tanpa melalui proses hukum di Pengadilan &#13;
Perikanan. Selanjutnya, pemerintah Indonesia diharapkan dapat &#13;
mengambil kebijakan-kebijakan yang lebih efektif sehingga Pengadilan &#13;
Perikanan dapat bekerja lebih diefektifkan dan pada akhirnya akan &#13;
mendorong Indonesia untuk dapat memenuhi kewajibannya sebagai &#13;
anggota IOTC dan CCSBT.</note>
 <note type="statement of responsibility">Welly Angela Riry</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pengadilan Perikanan, IUU Fishing, RFMO, IOTC, CCS</topic>
 </subject>
 <classification>341</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>341 Wel e/R.11.21.7</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007996</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.11.21.7)</sublocation>
    <shelfLocator>341 Wel e/R.11.21.7</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>56479</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-11-13 16:14:34</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-01 10:39:53</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>