Detail Cantuman

Image of Pengaruh Distraksi yang Dilakukan Oleh Orang Tua (Parent Distraction Coaching) Terhadap Intensitas Nyeri Anak Usia 1-5 Tahun Saat Pemasangan Infus Di RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung

Text  

Pengaruh Distraksi yang Dilakukan Oleh Orang Tua (Parent Distraction Coaching) Terhadap Intensitas Nyeri Anak Usia 1-5 Tahun Saat Pemasangan Infus Di RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung


Saat anak mengalami hospitalisasi, tindakan pemasangan infus merupakan
penyebab nyeri yang paling umum dirasakan oleh anak. Nyeri yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008000610.73 Afr p/R.22.13.1Perpustakaan Pusat (REF.22.13.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Afr p/R.22.13.1
    Penerbit Fakultas Keperawatan Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 119 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Saat anak mengalami hospitalisasi, tindakan pemasangan infus merupakan
    penyebab nyeri yang paling umum dirasakan oleh anak. Nyeri yang berulang dan
    tidak diatasi pada anak usia dini akan oerdampak trauma pada anak seningga
    pengelolaan nyeri menjadi prioritas utama bagi perawat. Namun perawat memiliki
    kendala untuk menerapkan manajemen nyeri secara efektif. Oleh karena itu, sangat
    diperiukan keterlibatan peran orang tua daiam manajemen nyeri pada anak. Salan
    satu manaiemen nyeri secara nonfarmakologis yang melibatkan orang tua yaitu
    distraksi oleh orang tua (parent distraction coaching). Tujuan penelitian ini adalah
    mengetanui perbedaan inrensitas nyeri anak usia j -5 tanun antara keiompok
    intervensi dengan kelompok kontrol saat pemasangan infus di RSUP DR. Hasan
    Sadikin Bandung.

    Penelitian ini menggunakan jenis quasi experiment dengan menggunakan
    rancangan pre experimental yaitu intact group comparison. Melalui consecutive
    sampling. data telah dikumpulkan dari 17 anak untuk setiap kelompok. baik
    keiornpok konrroi maupun keiompok intervensi. Responden pada keiompok kontroi
    yaitu anak yang dilakukan pemasangan infus sesuai prosedur di rumah sakit.
    Sedangkan responden pada kelompok intervensi yaitu anak yang dilakukan
    distraksi oien orang tua seteian mendapatkan edukasi. Peniiaian intensitas nyeri
    dengan menggunakan intrumen FLACC (Face, Leg, Activity. Cry. Consolabiiity).
    Data penelitian dianalisis secara deskriptif dan inferensial t test-independent
    dengan niiai p< \J,(J5.

    Hasil uii statistik dengan menggunakan uji t test-independent diperoleh p
    value = 0.005 (p value < 0.05). nilai ini berarti terdapat perbedaan intensitas nyeri
    anak secara signifikan antara keiornpok kontroi dan intervensi saat uiiakukan
    pemasangan infus. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan perawat menyadari akan
    pentingnya keterlibatan orang tua/keluarga dalam menurunkan nyeri anak saat
    diiakukan pemasangan mrus, agar peiaksanaan manajernen nyeri pacta anak
    menjadi lebih efektif.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi