<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="56473">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Idris Mamonto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>fakultas hukum Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii, 142 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Permasalahan pokok yang hendak dikaji dalam penelitian ini adalah pertama, &#13;
Bagaimana Hubungan Kewenangan antara Pemerintahan Provinsi Kabupaten/Kota &#13;
dengan Desa menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan &#13;
Daerah dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan kedua, Apakah &#13;
Implikasi Hubungan Pemerintahan Provinsi Kabupaten/Kota dengan Desa Setelah &#13;
dipisahkan Undang-Undang 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah dan Undang­ &#13;
Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. &#13;
&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif atau penelitian hukum &#13;
kepustakaan yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan &#13;
pustaka atau data sekunder. Analisis terhadap data sekunder yang diperoleh dilakukan &#13;
dengan menggunakan analisis yuridis kualitatif. &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, dapat ditarik &#13;
kesimpulan, Pertama, Hubungan Kewenangan antara pemerintahan Provinsi &#13;
Kabupaten/Kota dengan Desa setelah dipisahkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun &#13;
2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 &#13;
Tentang Desa. Secara struktural masih tetap memiliki hubungan administratif &#13;
territorial, sedangkan secara fungsional Pemerintah Pusat, Pemerintahan Provinsi &#13;
Kabupaten/Kota masih tetap memiliki Hubungan kewenangan terhadap Pemerintahan &#13;
Desa walaupun desa telah memiliki undang-undang tersendiri sesuai dengan Undang­ &#13;
Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Kedua, Implikasi Hubungan &#13;
Pemerintahan Provinsi Kabupaten/Kota dengan Desa setelah di pisahkan Undang­ &#13;
Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang &#13;
&#13;
omor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Implikasih Terhadap Pemerintahan Daerah &#13;
khususnya Kabupaten/Kota yang mana kewenangan Kabupaten/Kota dialihkan ke &#13;
Provinsi dan Pusat seperti pendidikan, kehutanan, kelautan energi dan sumber daya &#13;
mineral hal ini berdampak pada pola hubungan yang kurang baik terhadap &#13;
Pemerintahan Provinsi dengan Kabupaten/Kota karena segala sesuatu yang &#13;
menyangkut perizinan atau yang sebelumnya menjadi kewenangan Kabupaten/Kota &#13;
telah beralih ke Provinsi hal ini bertentangan dengan otonomi yang seluas-luasnya &#13;
diberikan terhadap daerah. kemudian setelah semua kewenangan Kabupaten/Kota &#13;
beralih ke Provinsi maka telah terjadi perubahan struktur baik secara kelembagaan, &#13;
kepegawaian, keuangan, yang mana sebelumnya menjadi kewenangan &#13;
Kabupaten/Kota telah beralih ke Provinsi. Selanjutnya bahwa pemberlakuan Undang­ &#13;
Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa diharapkan mampu membangun desa &#13;
menjadi desa yang mandiri, kuat, maju dan demokratis. Dengan adanya dana desa &#13;
yang begitu besar diharapkan desa mampu mengelola dana tersebut untuk &#13;
pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur, sejahtera. Hanya saja sangat &#13;
perlu diperketat pengawasan, pengendalian dan pemeriksaan secara sistematis dan &#13;
terstruktur terhadap dana desa agar tidak terjadi korupsi.</note>
 <note type="statement of responsibility">Idris Mamonto</note>
 <subject authority="">
  <topic>Hubungan, Kewenangan, Pemerintahan.</topic>
 </subject>
 <classification>342.598 Idr</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>342.598 Idr h/R.11.22.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030008002</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.11.22.2)</sublocation>
    <shelfLocator>342.598 Idr h/R.11.22.2</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>56473</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-11-13 15:44:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-01 10:48:47</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>