Detail Cantuman

Image of PENGARUH REPOSISI TUBUH TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN DENGAN TERAPI AGEN VASOPRESOR DI RUANG ICU RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG

Text  

PENGARUH REPOSISI TUBUH TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN DENGAN TERAPI AGEN VASOPRESOR DI RUANG ICU RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG


Kegiatan reposisi tubuh pasien setiap 2 jam di leD seringkali tidak
terpenuhi. Pasien leD Rumah Sakit Advent Bandung (RSAB) yang mendapatkan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030008015610.73 Vic p/R.22.246.1Perpustakaan Pusat (REF.22.246.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Vic p/R.22.246.1
    Penerbit Fakultas Keperawatan Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 69 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kegiatan reposisi tubuh pasien setiap 2 jam di leD seringkali tidak
    terpenuhi. Pasien leD Rumah Sakit Advent Bandung (RSAB) yang mendapatkan
    terapi vasopresor tetap berada pada posisi supine dengan alasan posisi lateral
    dapat membahayakan hemodinamik pasien. Situasi tersebut meningkatkan risiko
    luka tekan, penurunan stabilitas ortostatik dan atrofi otot. Tujuan penelitian ini
    adalah untuk mengidentifikasi pengaruh reposisi tubuh terhadap hemodinamik
    pasien yang mendapatkan terapi vasopresor di ruang leD RSAB.

    Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan
    non-equivalent control group design. Subjek penelitian merupakan pasien leD
    yang mendapatkan terapi vasopresor. Didapatkan 34 responden, dipilih
    menggunakan tehnik consecutive sampling dan dibagi menjadi kelompok kontrol
    dan intervensi. Data diambil melalui observasi selama Maret-Juni 2017. Untuk
    menganalisis perbedaan hemodinamik pada kelompok yang sama digunakan uji t
    berpasangan dan wilcoxon, sedangkan untuk menganalisis perbedaan selisih
    hemodinamik dua kelompok digunakan uji t tidak berpasangan.

    Hasil uji statistik hemodinamik pre-post pada kelompok intervensi saat
    pasien direposisi dari supine ke lateral kanan dan dari lateral kanan ke lateral kiri
    didapatkan nilai p>0,05. HaI ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan
    hemodinamik yang signifikan. Selisih hemodinamik antara kelompok kontroI dan
    kelompok intervensi tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai
    p>O.OS. Uji statistik terhadap HR saat pasien direposisi dari lateral kiri ke supine
    didapatkan nilai p=0,047 (mean HR: 96,35 ± 15,00 ke 94,53 ± 15,34; p0,05. Secara statistik, terdapat perubahan HR yang
    signifikan saat pasien direposisi dari lateral kiri ke supine, namun secara klinis
    perubahan tersebut tidaklah bermakna.

    Secara umum tidak ada pengaruh reposisi tubuh terhadap status
    hemodinamik pasien yang mendapat terapi vasopresor. Perawat leD dapat
    melakukan reposisi tubuh pasien dengan terapi vasopresor setiap dua jam untuk
    mencegah komplikasi imobilisasi dengan mempertimbangkan kondisi
    kontraindikasi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi