Detail Cantuman

Image of TINGKAT PENDIDIKAN DAN SIKAP PEREMPUAN TERHADAP PEMUKULAN ISTRI

Text  

TINGKAT PENDIDIKAN DAN SIKAP PEREMPUAN TERHADAP PEMUKULAN ISTRI


Pemukulan istri merupaksn s~lah satu bentuk kekerasan dalam rumah tangga
yang terjadi hampir di semua lapisan masyarakat dan dapat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007967362.83 Apr t/R.12.80.1Perpustakaan Pusat (REF.12.80.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    362.83 Apr t/R.12.80.1
    Penerbit Fak. Ekonomi Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 119 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    362.83 Apr t
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pemukulan istri merupaksn s~lah satu bentuk kekerasan dalam rumah tangga
    yang terjadi hampir di semua lapisan masyarakat dan dapat menyebabkan berbagai
    cidera baik fisik maupun psikologis. Pada masyarakat khususnya di kalangan
    perempuan masih terdapat sikap permisifterhadap tindakan pemukulan istri. Hal ini
    terlihat dari hasil SDKI (IDHS) 2012 dimana 30.5 persen perempuan setuju terhadap
    tindakan pemukulan istri dengan alasan-alasan tertentu. Pemberdayaan perempuan
    melalui peningkatan pendidikan dianggap mampu melindungi perempuan dari
    kekerasan dan juga merubah sikap perempuan terhadap tindakan pemukulan istri.
    Pemerintah telah membuat berbagai kebijakan untuk mengurangi kekerasan dalam
    rumah tangga namun memahami sikap yang mendasari tindakan pemukulan istri
    sangat diperlukan dalam merancang intervensi yang efektif. Tujuan dari penelitian
    ini adalah menganalisa apakah tingkat pendidikan perempuan mempengaruhi sikap
    persetujuan perempuan tersebut terhadap tindakan pemukulan istri oleh suami.
    Penelitian ini menggunakan data Indonesia Demographic Health Survey (IDHS)
    2012. Sampel dalam penelitian ini adalah perempuan usia 15-49 tahun yang sudah
    menikah atau tinggal bersama. Uj i statistik yang digunakan adalah regresi Probit.
    Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pendidikan secara umum berpengaruh
    positif dan signifikan artinya perempuan yang memiliki tingkat pendidikan lebih
    rendah mempunyai probabilitas menyetujui tindakan pemukulan istri yang lebih
    besar dibandingkan perempuan yang berpendidikan tinggi. Variabel lain yang juga
    signifikan ntuk alasan secara umum antara lain variabel umur, tempat tinggal,
    jumlah anak, status pekerjaan, tingkat kekayaan keluarga, literasi dan keterlibatan
    perempuan dalam pengambilan keputusan keluarga. Sedangkan variabel yang tidak
    signifikan antara lain variabel berapa kali menikah; usia pertama kali menikah;jenis
    kelamin kepala keluarga; pendapatan istri dibanding pendapatan suami; tingkat
    pendidikan suami; keberadaan anak usia
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi