Detail Cantuman

Image of Rancangan konseling kelompok untuk mengubah illness perceptions pada ibu dari anak pengidap epilepsi

Text  

Rancangan konseling kelompok untuk mengubah illness perceptions pada ibu dari anak pengidap epilepsi


Prevalensi epilepsi pada anak-anak di Indonesia kemungkinan tergolong paling
tinggi di Asia Tenggara, akan tetapi masih banyak persepsi yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007973150 Ale r/R.19.1.11Perpustakaan Pusat (REF.19.1.11)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    150 Ale r/R.19.1.11
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 315 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    150 Ale r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Prevalensi epilepsi pada anak-anak di Indonesia kemungkinan tergolong paling
    tinggi di Asia Tenggara, akan tetapi masih banyak persepsi yang negatif dan tidak
    akurat terhadap epilepsi di Indonesia, bahkan dari pihak keluarga sendiri. Persepsi yang
    negatif dan tidak akurat mengenai epilepsi mempengaruhi proses adaptasi dan eara
    caregiver (i.e., ibu) melakukan penangananan terhadap epilepsi, serta kondisi
    emosional ibu. Penanganan yang tidak adaptif terhadap epilepsi dapat mempengaruhi
    perkembangan dan otonomi anak. Ibu eenderung melakukan respons yang kurang
    adaptif terhadap epilepsi dikarenakan adanya Illness Perceptions yang negatif.

    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan raneangan konseling kelomp
    dengan pendekatan Cognitive Behavioral untuk ibu dari anak dengan epilepsi, dan
    melihat apakah konseling kelompok dengan pendekatan Cognitive Behavioral dapat
    mengubah illness Perceptions pada ibu dari anak pengidap epilepsi. Modul konseling
    kelompok diraneang dengan pendekatan Intervention Mapping dan diujieobakan
    kepada tiga orang partisipan (N=3) yang memenuhi kriteria inklusi. Ketiga partisipan
    menjalani sesi pretest, 6 se si konseling kelompok, dan sesi posttest. Hasil uji eoba
    menunjukkan bahwa modul konseling kelompok dengan pendekatan Cognitive

    . 'Behavioral sesuai untuk diterapkan pada i u dari anak pengidap epilepsi, dan hasil
    pengukuran pretest dan posttest menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi